6 Biaya Keanggotaan Organisasi Dunia, Paling Mahal BoP Trump Capai Rp17 Triliun

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:43 WIB
loading...
6 Biaya Keanggotaan...
Dewan Perdamaian yang didirikan Donald Trump menjadi organisasi paling mahal. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Untuk menjadi anggota organisasi dunia yang bersifat multilateral tidaklah gratis. Setiap harus merogoh kocek untuk ikut dalam organisasi tersebut. Tentunya, organisasi itu bertujuan untuk meningkatkan posisi tawar dan memperkuat kerja sama global.

6 Biaya Keanggotaan Organisasi Dunia, Paling Mahal BoP Trump Capai Rp17 Triliun

1. PBB

Negara anggota PBB tidak membayar “biaya keanggotaan” tetap tunggal tetapi kontribusi anggaran tahunan berdasarkan skala kemampuan ekonomi masing-masing negara (ukurannya ditetapkan oleh Majelis Umum PBB).

Kontribusi ini bisa sangat bervariasi antar negara. Contohnya dalam anggaran reguler PBB 2026: beberapa negara membayar jutaan hingga puluhan juta dolar AS setahun (misalnya, Kanada sekitar USD 81 juta; Inggris sekitar USD 128 juta; Polandia USD 26 juta) — ini hanya sebagian dari total daftar kontribusi. Skala kontribusi ditentukan berdasarkan ukuran ekonomi, pendapatan nasional bruto, dan faktor lain

2. ASEAN

ASEAN adalah organisasi regional yang anggarannya berasal dari kontribusi negara anggota. Walaupun tidak semua angka resmi mudah tersedia, satu studi menunjukkan bahwa kontribusi tahunan tiap negara anggota ASEAN bisa sekitar USD1 juta per tahun untuk anggaran organisasi pada satu periode sebelumnya.

Selain itu, dalam contoh pembuatan gedung atau operasi tertentu, negara anggota pernah saling “urunan” dalam proporsi sama (misalnya biaya operasional sekretariat sebelumnya sekitar USD20 juta total, masing-masing negara ASEAN sekitar USD2 juta).

3. Uni Eropa (UE)

Uni Eropa berbeda dari organisasi seperti PBB atau ASEAN karena keanggotaannya hanya bagi negara Eropa yang memenuhi kriteria tertentu; negara yang ingin masuk harus melalui proses akuisisi resmi dan memenuhi persyaratan (sering kali termasuk harmonisasi hukum dan ekonomi), bukan sekadar membayar biaya.

Biaya yang relevan secara umum adalah kontribusi tahunan negara anggota terhadap anggaran UE, yang dihitung sebagian berdasarkan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) negara tersebut. Besaran ini berubah tiap tahun dan merupakan bagian dari anggaran Uni Eropa (mis. untuk periode anggaran multi-tahunan). Kontribusi negara anggota UE biasanya mencapai miliaran euro per tahun untuk anggaran UE, tergantung ukuran ekonomi masing-masing negara. (Angka pastinya tergantung kebijakan anggaran tahunan dan PNB negara anggota).

Baca Juga: Armada AS Sudah Siaga, Ada 4 Poin Curhat Presiden Iran ke MBS

4. APEC

APEC bukan organisasi dengan biaya keanggotaan besar per negara seperti PBB, tetapi dibiayai oleh kontribusi tahunan kecil dari semua negara anggota.

APEC menggunakan kontribusi tahunan gabungan dari 21 ekonomi anggota, dan total yang terkumpul biasanya sekitar USD3,38 juta per tahun untuk anggaran umum (termasuk sekretariat di Singapura dan kegiatan inti).

5. OKI

Untuk OKI, kontribusi anggota lebih formal karena organisasi ini memiliki anggaran yang disetujui melalui rapat menteri luar negeri OIC tiap tahun.

Dalam praktiknya, anggota OKI diwajibkan membayar kontribusi ke anggaran Sekretariat Umum OKI dan organ-organ subsidiarnya. Salah satu dokumen negara anggota (untuk Brunei) menyebut bahwa anggota membayar kontribusi wajib sesuai formula yang disepakati, misalnya sekitar 3,5 % dari total anggaran yang dinilai — ini berarti dana yang harus dibayar oleh negara tertentu tergantung pada formula anggaran OIKI, bukan angka tetap standar untuk semua.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Iran Ngadu ke Rusia:...
Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!
Rekomendasi
72,8% Wilayah Indonesia...
72,8% Wilayah Indonesia Kemarau, BMKG: Jateng Terkering, 80 Hari Tak Diguyur Hujan
Kisah Dakwah Nabi Muhammad...
Kisah Dakwah Nabi Muhammad di Gua Tsur, Pelajaran Besar dari Hijrah ke Madinah
30 Tahun Kudatuli, PDIP...
30 Tahun Kudatuli, PDIP Pentaskan Ulang Tragedi Berdarah Penyerbuan Kantor PDI
Berita Terkini
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved