Netanyahu Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump meski Berstatus Penjahat Perang

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:15 WIB
Sementara itu, partisipasi pemimpin Israel tersebut—terlepas dari surat perintah ICC yang dikeluarkan pada tahun 2023 yang menuduhnya mengawasi kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza—akan menambah kekhawatiran tentang objektivitas dewan tersebut, yang akan dipimpin Trump sambil tetap mengendalikan susunannya.

“Warga Palestina melihat Netanyahu sebagai penghalang bagi setiap upaya pemerintahan Trump untuk maju ke fase kedua dari rencana perdamaian presiden AS untuk Gaza," kata Nida Ibrahim, jurnalis Al Jazeera, yang melaporkan dari Qalandiya di Tepi Barat yang diduduki Israel, Kamis (22/1/2026).

Mereka percaya, lanjut dia, bahwa satu-satunya minat Netanyahu pada fase kedua adalah untuk melaksanakan pelucutan senjata Hamas, sementara dia tetap tidak tertarik untuk menarik pasukan melewati apa yang disebut garis kuning – elemen kunci lainnya.

"Jadi, apakah Netanyahu memenuhi tugas dewan seperti yang disajikan masih harus dilihat, tetapi ada banyak skeptisisme,” kata Ibrahim.

Putin Juga Diundang untuk Gabung



Netanyahu bukanlah satu-satunya undangan yang diburu oleh ICC atas kejahatan perang. Presiden Rusia Vladimir Putin juga diundang untuk bergabung dengan "Dewan Perdamaian" pada hari Senin, meskipun diburu ICC atas tuduhan kejahatan perang Rusia di Ukraina.

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, sekutu Putin, juga dilaporkan diundang untuk bergabung dengan dewan itu oleh Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!