Raksasa Minyak Bicara dengan Pemerintahan Trump untuk Beli Minyak Lagi dari Venezuela

Selasa, 06 Januari 2026 - 20:26 WIB
Setelah penculikan Maduro, Trump mengatakan Washington akan “menjalankan” negara Amerika Latin itu sampai transisi selesai, tetapi sehari kemudian, diplomat utamanya mengatakan AS tidak ingin memerintah negara itu.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan pada hari Minggu bahwa AS tidak sedang berperang dengan Venezuela, sementara pada hari yang sama Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia mungkin akan memerintahkan serangan kedua jika Venezuela tidak bekerja sama dengan AS untuk menindak perdagangan narkoba dan membuka industri minyaknya.

Sementara itu, wakil Maduro, Delcy Rodriguez, yang dilantik sebagai presiden sementara Venezuela pada hari Senin, telah menyatakan keinginannya bekerja sama dengan AS.

Saat ini, pertanyaan tentang siapa yang akan memerintah Venezuela masih belum terjawab. Ada beberapa perbedaan utama dalam apa yang dikatakan Trump dan Rubio.

Baca juga: 7 Kebijakan Nicolas Maduro yang Dinilai Menyengsarakan Rakyat Venezuela
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!