Elon Musk Takut Sayap Kiri Kuasai AS, Siap Danai Calon Republik: Amerika akan Hancur

Jum'at, 02 Januari 2026 - 19:38 WIB
Partai Republik telah mengalami serangkaian kekalahan dari Partai Demokrat dalam pemilihan khusus tahun lalu, termasuk di negara bagian yang secara tradisional dianggap sebagai basis kekuatan mereka.

Dukungan untuk Trump telah menurun sejak ia memulai masa jabatan keduanya, dengan jajak pendapat Economist/YouGov awal pekan ini menunjukkan presiden mengakhiri tahun dengan tingkat persetujuan 39% dan tingkat ketidaksetujuan 56%.

Musk dulunya adalah sekutu dekat Trump selama pemilihan 2024, menyumbangkan USD290 juta dan menjadi donor utama kampanye.

Setelah menjabat, presiden menjadikannya kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang baru dibentuk untuk memangkas biaya federal.

Hubungan Musk dengan Trump memburuk pada bulan Juni karena "RUU besar dan indah" andalan presiden, yang secara signifikan memperluas pengeluaran federal.

Miliarder itu, yang mengundurkan diri sebagai kepala DOGE di tengah keretakan tersebut, menyebut undang-undang itu sebagai "kekejian yang menjijikkan," menuduh presiden memiliki hubungan dengan pelaku kejahatan seksual yang dihukum, Jeffrey Epstein, dan mempertimbangkan pembentukan partainya sendiri untuk melemahkan Partai Republik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!