Turki Temukan Black Box Pesawat Jatuh yang Tewaskan Jenderal Libya, Apa Penyebab Tragedi Ini?
Kamis, 25 Desember 2025 - 11:09 WIB
"Temuan ini akan dibagikan dengan bangsa kita dan seluruh dunia dengan transparansi penuh,” ujarnya.
Letnan Jenderal Mohammed al-Haddad dan empat ajudan lainnya sedang kembali ke Tripoli setelah mengadakan pembicaraan di Ankara dengan pejabat militer Turki ketika tragedi itu terjadi. Ada delapan orang di dalam pesawat termasuk tiga awak pesawat.
Perdana Menteri Libya Abdulhamid Dbeibah menyatakan “kesedihan mendalam dan duka cita yang besar” atas kematian kepala angkatan bersenjata tersebut.
Yerlikaya mengatakan jenazah-jenazah masih berada di lokasi kecelakaan yang mencakup sekitar tiga kilometer persegi (satu mil persegi), menambahkan bahwa delegasi Libya yang beranggotakan 22 orang, termasuk lima kerabat korban, telah tiba di Ankara.
“Kami berdoa agar Tuhan mengampuni mereka yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan tragis ini dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka,” imbuh dia, seperti dikutip AFP, Kamis (25/12/2025).
Menurutnya, sebanyak 408 personel dari badan penanggulangan bencana pemerintah AFAD, polisi, dan layanan kesehatan berada di lokasi kejadian. Sementara itu, citra langsung dari area tersebut sedang dikirimkan oleh drone.
Para pejabat Turki mengatakan kantor kejaksaan Ankara telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.
Tolga Tuzun Inan dari Universitas Bahcesehir yang berbasis di Istanbul mengatakan bahwa kegagalan listrik tunggal tidak akan membuat pesawat benar-benar gelap.
“Ketika beberapa faktor pemicu bergabung dengan kondisi meteorologi, situasi seperti itu dapat terjadi,” katanya kepada stasiun televisi swasta NTV.
Analisis Memakan Waktu Berbulan-bulan
Letnan Jenderal Mohammed al-Haddad dan empat ajudan lainnya sedang kembali ke Tripoli setelah mengadakan pembicaraan di Ankara dengan pejabat militer Turki ketika tragedi itu terjadi. Ada delapan orang di dalam pesawat termasuk tiga awak pesawat.
Perdana Menteri Libya Abdulhamid Dbeibah menyatakan “kesedihan mendalam dan duka cita yang besar” atas kematian kepala angkatan bersenjata tersebut.
Yerlikaya mengatakan jenazah-jenazah masih berada di lokasi kecelakaan yang mencakup sekitar tiga kilometer persegi (satu mil persegi), menambahkan bahwa delegasi Libya yang beranggotakan 22 orang, termasuk lima kerabat korban, telah tiba di Ankara.
“Kami berdoa agar Tuhan mengampuni mereka yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan tragis ini dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka,” imbuh dia, seperti dikutip AFP, Kamis (25/12/2025).
Menurutnya, sebanyak 408 personel dari badan penanggulangan bencana pemerintah AFAD, polisi, dan layanan kesehatan berada di lokasi kejadian. Sementara itu, citra langsung dari area tersebut sedang dikirimkan oleh drone.
Para pejabat Turki mengatakan kantor kejaksaan Ankara telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.
Tolga Tuzun Inan dari Universitas Bahcesehir yang berbasis di Istanbul mengatakan bahwa kegagalan listrik tunggal tidak akan membuat pesawat benar-benar gelap.
“Ketika beberapa faktor pemicu bergabung dengan kondisi meteorologi, situasi seperti itu dapat terjadi,” katanya kepada stasiun televisi swasta NTV.
Lihat Juga :