Trump Akui AS Berupaya Rebut Minyak dan Tanah dari Venezuela
Kamis, 18 Desember 2025 - 06:42 WIB
“Mereka mengusir perusahaan kami, dan kami menginginkannya kembali," katanya lagi.
Trump menuduh kepemimpinan AS sebelumnya lemah sehingga memungkinkan Venezuela untuk merebut kendali atas aset yang pernah dimiliki oleh perusahaan Amerika.
“Mereka mengambilnya karena kita memiliki presiden yang mungkin tidak mengawasi,” katanya. “Tetapi mereka tidak akan melakukan itu. Kami menginginkannya kembali," imbuh dia.
Sekadar diketahui, Venezuela menasionalisasi industri minyaknya pada tahun 1976, menciptakan perusahaan milik negara PDVSA dan mengakhiri kepemilikan asing langsung atas cadangan minyak, sementara masih mengizinkan perusahaan internasional untuk beroperasi di bawah kontrak layanan.
Di bawah Presiden Hugo Chavez pada tahun 2007, pemerintah Venezuela mengambil kendali mayoritas atas proyek-proyek minyak besar. Beberapa perusahaan energi Barat, termasuk ExxonMobil dan ConocoPhillips, meninggalkan negara itu setelah menolak persyaratan baru dan kemudian mengajukan klaim arbitrase.
Trump menuduh kepemimpinan AS sebelumnya lemah sehingga memungkinkan Venezuela untuk merebut kendali atas aset yang pernah dimiliki oleh perusahaan Amerika.
“Mereka mengambilnya karena kita memiliki presiden yang mungkin tidak mengawasi,” katanya. “Tetapi mereka tidak akan melakukan itu. Kami menginginkannya kembali," imbuh dia.
Sekadar diketahui, Venezuela menasionalisasi industri minyaknya pada tahun 1976, menciptakan perusahaan milik negara PDVSA dan mengakhiri kepemilikan asing langsung atas cadangan minyak, sementara masih mengizinkan perusahaan internasional untuk beroperasi di bawah kontrak layanan.
Di bawah Presiden Hugo Chavez pada tahun 2007, pemerintah Venezuela mengambil kendali mayoritas atas proyek-proyek minyak besar. Beberapa perusahaan energi Barat, termasuk ExxonMobil dan ConocoPhillips, meninggalkan negara itu setelah menolak persyaratan baru dan kemudian mengajukan klaim arbitrase.
Lihat Juga :