Trump Akui AS Berupaya Rebut Minyak dan Tanah dari Venezuela

Kamis, 18 Desember 2025 - 06:42 WIB
Konfrontasi AS dan Venezuela kali ini terjadi di tengah peningkatan kehadiran militer AS di Karibia. Sejak September, pasukan AS telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal terduga penyelundup narkoba yang beroperasi di laut dan menewaskan lebih dari 80 orang.

Trump juga mengancam akan memperluas serangan ke wilayah Venezuela, menuduh Caracas melindungi "teroris narkotika"—tuduhan yang berulang kali dibantah oleh pemerintah Venezuela.

Pada hari Selasa, Trump mengumumkan, “Blokade total dan lengkap terhadap semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar dari Venezuela sampai mereka mengembalikan ke Amerika Serikat semua minyak, tanah, dan aset lainnya yang sebelumnya mereka curi dari kami.”

Caracas mengutuk blokade tersebut sebagai ilegal dan melanggar hukum internasional, perdagangan bebas, dan kebebasan navigasi. Pemerintah Venezuela menolak klaim Trump secara langsung, dengan bersikeras bahwa minyak dan sumber daya mineralnya adalah milik kedaulatan Venezuela.

“Venezuela tidak akan pernah lagi menjadi koloni kekaisaran atau kekuatan asing mana pun,” kata Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!