4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025

Senin, 15 Desember 2025 - 20:50 WIB
DA tetap berpendapat bahwa tidak ada pemerintah demokratis yang boleh diberi kekuasaan untuk menyita properti tanpa kompensasi, meskipun ada seruan berkelanjutan agar pemerintah menangani reformasi agraria dan mengatasi ketidakadilan masa lalu berupa segregasi rasial.

4. Dekat dengan China dan Rusia

Ketegangan antara kedua negara sebenarnya lebih berakar dalam, dengan banyak yang berpendapat bahwa Trump tidak senang dengan kebijakan luar negeri independen Afrika Selatan, keanggotaannya di BRICS, kemitraan dengan Rusia dan China, dan penolakannya untuk memihak dalam konflik Rusia-Ukraina.

Partai Komunis Afrika Selatan (SACP), dalam tanggapannya terhadap ketidakhadiran Trump di G20, mengatakan presiden AS terus menyebarkan "informasi palsu dan propaganda rasis terhadap Afrika Selatan di mana ia mengklaim bahwa Afrikaner dibantai di negara itu."

“Kebohongan ini telah berulang kali dibantah bahkan di negaranya sendiri serta oleh orang-orang Afrikaner yang ia klaim wakili,” kata partai tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Trump juga menutup mata terhadap penderitaan mayoritas kulit hitam tanpa tanah di Afrika Selatan, yang kehilangan tanah mereka di bawah penjajahan dan apartheid, sementara secara keliru mengangkat klaim perampasan tanah dari orang kulit putih.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!