4 Alasan Kepala MI6 Baru Blaise Metreweli Sebut Rusia Menimbulkan Ancaman Akut
Senin, 15 Desember 2025 - 21:50 WIB
Blaise Metreweli, pemimpin baru MI6, menyebut Rusia menimbulkan ancaman akut. Foto/X/@standardnews
LONDON - Kepala MI6 yang baru, Blaise Metreweli, akan memperingatkan tentang "ancaman akut yang ditimbulkan oleh Rusia" ketika ia menyampaikan pidato publik pertamanya nanti.
Ia akan menyoroti apa yang disebut perang hibrida, yang mencakup insiden seperti serangan siber dan drone yang diduga diluncurkan di dekat infrastruktur penting oleh proksi Rusia.
Merujuk pada perang di Ukraina, ia akan menegaskan bahwa Inggris akan terus menekan Presiden Vladimir Putin atas nama Ukraina.
Metreweli, yang mengambil alih sebagai kepala Dinas Intelijen Rahasia pada musim gugur, adalah wanita pertama yang memimpin badan intelijen luar negeri Inggris. Ia menggantikan Richard Moore pada 1 Oktober.
Baca Juga: Siapa Naveed dan Sajid Akram? Ayah dan Anak yang Jadi Pelaku Penembakan Festival Yahudi di Australia
Ia akan menyoroti apa yang disebut perang hibrida, yang mencakup insiden seperti serangan siber dan drone yang diduga diluncurkan di dekat infrastruktur penting oleh proksi Rusia.
4 Alasan Kepala MI6 Baru Blaise Metreweli Sebut Rusia Menimbulkan Ancaman Akut
1. Rusia Bersifat Ekspansionis
Metreweli akan menggambarkan ini sebagai "ancaman akut yang ditimbulkan oleh Rusia yang agresif, ekspansionis, dan revisionis".Merujuk pada perang di Ukraina, ia akan menegaskan bahwa Inggris akan terus menekan Presiden Vladimir Putin atas nama Ukraina.
Metreweli, yang mengambil alih sebagai kepala Dinas Intelijen Rahasia pada musim gugur, adalah wanita pertama yang memimpin badan intelijen luar negeri Inggris. Ia menggantikan Richard Moore pada 1 Oktober.
Baca Juga: Siapa Naveed dan Sajid Akram? Ayah dan Anak yang Jadi Pelaku Penembakan Festival Yahudi di Australia
2. Rusia Gencar Melakukan Perang Informasi
Pidato hari Senin akan menyoroti sanksi baru-baru ini terhadap entitas Rusia yang dituduh melakukan perang informasi, serta dua perusahaan yang berbasis di China yang dikenai sanksi karena "aktivitas siber tanpa pandang bulu terhadap Inggris dan sekutunya".Lihat Juga :