Siapa Naveed dan Sajid Akram? Ayah dan Anak yang Jadi Pelaku Penembakan Festival Yahudi di Australia

Senin, 15 Desember 2025 - 14:24 WIB
loading...
Siapa Naveed dan Sajid...
Naveed dan Sajid Akrab merupakan pelaku penembakan di Festival Yahudi di Australia yang dikenal sebagai ayah dan anak. Foto/Nightly
A A A
SYDNEY - Kedua pelaku penembakan yang terlibat dalam serangan teroris yang menargetkan komunitas Yahudi Sydney adalah ayah dan anak. Mereka memberi tahu keluarga mereka bahwa mereka akan pergi memancing di Pantai Selatan.

Naveed Akram, 24 tahun, ditangkap di lokasi penembakan dan dibawa ke rumah sakit di mana ia tetap berada di bawah pengawasan polisi dalam kondisi kritis tetapi stabil. Ayahnya yang berusia 50 tahun, Sajid Akram, yang memiliki toko buah, meninggal di tempat kejadian.

Siapa Naveed dan Sajid Akram? Ayah dan Anak yang Jadi Pelaku Penembakan Festival Yahudi di Australia

1. Naveed Akram Adalah Tukang Batu yang Menganggur

Berbicara dengan media ini saat polisi mengepung rumahnya di Bonnyrigg, Sydney barat, ibu Akram, Verena, mengatakan bahwa putranya, seorang tukang batu yang menganggur, terakhir kali berbicara dengan keluarga pada Minggu pagi, beberapa jam sebelum aksi teror yang menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai banyak lainnya.

Ia mengatakan putranya pergi ke Jervis Bay bersama ayahnya untuk akhir pekan.

Melansir Sdyney Morning Herald, Akram sedang mencari pekerjaan setelah diberhentikan dari pekerjaannya sebagai tukang batu sekitar dua bulan lalu ketika perusahaan tempat ia bekerja bangkrut.

Melansir The Guardian, pria yang mempekerjakannya mengatakan bahwa ia menerimanya sebagai pekerja magang enam tahun lalu, menggambarkannya sebagai pekerja keras yang tidak pernah mengambil cuti.

Namun, beberapa bulan lalu, katanya, Naveed melaporkan bahwa ia mengalami patah pergelangan tangan saat bertinju, dan tidak akan dapat bekerja lagi hingga tahun 2026.

“Dia meminta semua haknya dibayarkan, cuti tahunan dan semuanya, tetapi banyak orang melakukan itu di akhir tahun,” kata majikan tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya.

“Sekarang Anda tidak bisa tidak berpikir, dia mendapatkan semua uangnya, akan dia belanjakan untuk apa.”

Ia tidak mengenal Naveed dengan baik, mengatakan bahwa Naveed pernah mempekerjakan puluhan orang sekaligus, tetapi ia dianggap sebagai orang yang pendiam.

“Dalam pekerjaan pemasangan batu bata, Anda bekerja sama sebagai tim di lokasi, tetapi ia tidak bergaul dengan siapa pun di luar jam kerja… ia makan siang sendirian, tidak dengan orang lain,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved