4 Alasan Thailand Terus Menyerang Kamboja, Salah Satunya Tak Ada Gencatan Senjata
Minggu, 14 Desember 2025 - 04:40 WIB
"Saya tidak senang dengan tindakan brutal," kata Vy Rina, 43 tahun.
Sementara itu, Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra, mengatakan pasukan Thailand telah "memperluas serangan mereka hingga mencakup infrastruktur sipil dan warga sipil Kamboja."
Seorang juru bicara angkatan laut Thailand mengatakan angkatan udara "berhasil menghancurkan" dua jembatan Kamboja yang digunakan untuk mengangkut senjata ke zona konflik.
Di sebuah kamp di Buriram, Thailand, wartawan AFP melihat warga pengungsi menghubungi kerabat mereka di dekat perbatasan yang melaporkan bahwa pertempuran masih berlangsung.
Perdana Menteri Thailand telah berjanji untuk "terus melakukan aksi militer sampai kita tidak lagi merasakan bahaya dan ancaman terhadap tanah dan rakyat kita."
Setelah panggilan telepon dengan Trump, Anutin mengatakan "pihak yang melanggar perjanjian perlu memperbaiki (situasi)."
Sementara itu, Hun Manet dari Kamboja mengatakan negaranya "selalu berpegang pada cara damai untuk penyelesaian sengketa."
4. Saling Tuding atas Korban Sipil
Bangkok dan Phnom Penh saling tuding melakukan serangan terhadap warga sipil, dengan tentara Thailand melaporkan enam orang terluka pada hari Sabtu akibat roket Kamboja.Sementara itu, Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra, mengatakan pasukan Thailand telah "memperluas serangan mereka hingga mencakup infrastruktur sipil dan warga sipil Kamboja."
Seorang juru bicara angkatan laut Thailand mengatakan angkatan udara "berhasil menghancurkan" dua jembatan Kamboja yang digunakan untuk mengangkut senjata ke zona konflik.
Di sebuah kamp di Buriram, Thailand, wartawan AFP melihat warga pengungsi menghubungi kerabat mereka di dekat perbatasan yang melaporkan bahwa pertempuran masih berlangsung.
Perdana Menteri Thailand telah berjanji untuk "terus melakukan aksi militer sampai kita tidak lagi merasakan bahaya dan ancaman terhadap tanah dan rakyat kita."
Setelah panggilan telepon dengan Trump, Anutin mengatakan "pihak yang melanggar perjanjian perlu memperbaiki (situasi)."
Sementara itu, Hun Manet dari Kamboja mengatakan negaranya "selalu berpegang pada cara damai untuk penyelesaian sengketa."
(ahm)
Lihat Juga :