AS Bisa Diam-diam Bawa Senjata Nuklir ke Negara Tetangga Indonesia Meski Dilarang

Minggu, 07 Desember 2025 - 07:02 WIB
Ambiguitas tersebut akan berlaku untuk kapal selam AS yang mungkin berlabuh di pelabuhan Australia, seperti yang sekarang berlaku untuk pesawat pengebom B-52 berkemampuan nuklir yang mendarat di Pangkalan RAAF Tindal di Northern Territory, yang sedang di-upgrade agar dapat menampung lebih banyak pesawat pengebom AS.

"Kami menghormati posisi Amerika Serikat yang tidak mengonfirmasi maupun menyangkal," ujar Menteri Pertahanan Australia, Greg Moriarty, kepada Senat.

Namun, para aktivis anti-senjata nuklir dan beberapa senator berpendapat bahwa bukti yang diajukan kepada Senat melemahkan komitmen non-proliferasi Australia dan berisiko menjadikan negara itu "landasan peluncuran perang nuklir".

Mereka juga mengatakan bahwa persetujuan terhadap ambiguitas AS atas senjata nuklirnya bertentangan dengan jaminan Menteri Luar Negeri Penny Wong dalam pidato tahun 2023 bahwa hanya kapal selam bersenjata konvensional yang akan mengunjungi Australia.

"AS telah mengonfirmasi bahwa kapal selam bertenaga nuklir yang mengunjungi Australia secara bergilir akan dipersenjatai secara konvensional," ujar Penny Wong kepada National Press Club.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!