Pakar Militer: Armada Kapal Perang China Sedang Mendekat untuk Intimidasi Australia
Jum'at, 28 November 2025 - 10:08 WIB
"Ini akan menunjukkan meningkatnya keinginan China untuk mengintimidasi kita di dekat kita, dan menunjukkan kegagalan organisasi pertahanan kita untuk melengkapi Angkatan Laut kita dengan kapal yang cukup atau bertindak dengan urgensi apa pun," ujarnya kepada news.com.au, Jumat (28/11/2025).
ADF tidak menanggapi laporan tersebut secara spesifik, hanya mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Australia mempertahankan kewaspadaan situasional yang tinggi di wilayah langsung kami dan secara rutin memantau semua lalu lintas laut dan udara di sekitar Australia."
Laporan tentang pergerakan armada kapal perang China ini muncul setelah tiga kapal perang negara itu melakukan latihan tembak langsung 640 kilometer di lepas pantai selatan NSW pada bulan Februari lalu, yang mengganggu puluhan penerbangan komersial antara Australia dan Selandia Baru.
Para pejabat Australia mengatakan Beijing tidak memberikan pemberitahuan yang memuaskan, dan pesawat-pesawat komersial tidak mengetahui latihan tersebut sampai siaran dari kapal-kapal itu memberi tahu mereka.
"Kami tidak diberitahu oleh China, kami mengetahui masalah ini pada siang hari," kata Menteri Pertahanan Australia Richard Marles saat itu.
ADF tidak menanggapi laporan tersebut secara spesifik, hanya mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Australia mempertahankan kewaspadaan situasional yang tinggi di wilayah langsung kami dan secara rutin memantau semua lalu lintas laut dan udara di sekitar Australia."
Laporan tentang pergerakan armada kapal perang China ini muncul setelah tiga kapal perang negara itu melakukan latihan tembak langsung 640 kilometer di lepas pantai selatan NSW pada bulan Februari lalu, yang mengganggu puluhan penerbangan komersial antara Australia dan Selandia Baru.
Para pejabat Australia mengatakan Beijing tidak memberikan pemberitahuan yang memuaskan, dan pesawat-pesawat komersial tidak mengetahui latihan tersebut sampai siaran dari kapal-kapal itu memberi tahu mereka.
"Kami tidak diberitahu oleh China, kami mengetahui masalah ini pada siang hari," kata Menteri Pertahanan Australia Richard Marles saat itu.
Lihat Juga :