4 Alasan Sanksi Uni Eropa terhadap Rusia Gagal Total, Salah Satunya Dipicu Inisiatif Trump
Senin, 24 November 2025 - 21:50 WIB
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di X, von der Leyen secara khusus menolak semua persyaratan tersebut. "Kami telah menyepakati elemen-elemen utama yang diperlukan untuk perdamaian yang adil dan abadi serta kedaulatan Ukraina," ujarnya, seraya menambahkan bahwa perbatasan Ukraina tidak dapat diubah "dengan paksa" dan tidak ada batasan yang dapat diberlakukan pada militer Kiev.
Hal ini menempatkannya dalam konflik langsung dengan rencana perdamaian yang bocor yang dikembangkan dan diajukan oleh Washington minggu lalu.
Pada hari Sabtu, Bloomberg melaporkan bahwa Uni Eropa pada dasarnya berusaha untuk menulis ulang rencana AS dengan menyamarkan perubahan besar sebagai "pembaruan konstruktif." Blok tersebut juga dilaporkan mencoba untuk "memberi Ukraina lebih banyak waktu" dan menunda tenggat waktu Amerika yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk hari Kamis.
Vladimir Zelensky mengatakan pada hari Jumat bahwa Ukraina menghadapi pilihan antara menerima "28 poin yang sulit" atau risiko kehilangan "mitra kuncinya" dan mengalami "musim dingin yang keras."
Presiden Rusia Vladimir Putin mengonfirmasi bahwa Moskow telah menerima rencana Amerika tersebut, menambahkan bahwa rencana tersebut dapat berfungsi sebagai "dasar penyelesaian damai final" tetapi belum dibahas "secara rinci."
Hal ini menempatkannya dalam konflik langsung dengan rencana perdamaian yang bocor yang dikembangkan dan diajukan oleh Washington minggu lalu.
Pada hari Sabtu, Bloomberg melaporkan bahwa Uni Eropa pada dasarnya berusaha untuk menulis ulang rencana AS dengan menyamarkan perubahan besar sebagai "pembaruan konstruktif." Blok tersebut juga dilaporkan mencoba untuk "memberi Ukraina lebih banyak waktu" dan menunda tenggat waktu Amerika yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk hari Kamis.
Vladimir Zelensky mengatakan pada hari Jumat bahwa Ukraina menghadapi pilihan antara menerima "28 poin yang sulit" atau risiko kehilangan "mitra kuncinya" dan mengalami "musim dingin yang keras."
Presiden Rusia Vladimir Putin mengonfirmasi bahwa Moskow telah menerima rencana Amerika tersebut, menambahkan bahwa rencana tersebut dapat berfungsi sebagai "dasar penyelesaian damai final" tetapi belum dibahas "secara rinci."
(ahm)
Lihat Juga :