Siapa Jonathan Pollard? Agen Intelijen yang Bekerja Memata-matai AS untuk Israel

Sabtu, 22 November 2025 - 17:30 WIB
Sejak saat itu, Pollard telah menjadi pendukung vokal sayap kanan Israel dan baru-baru ini mengumumkan rencana untuk mencalonkan diri menjadi anggota Knesset, menyerukan aneksasi Gaza dan mengadvokasi pemukiman warga sipil Israel di wilayah tersebut.

3. Menganut Doktrin Utamakan Israel

Pollard tidak menyatakan penyesalan atas tindakannya. Dalam wawancara terpisah dengan The Jerusalem Post, ia berkata: "Saya sepenuh hati menganut doktrin 'utamakan Israel'. Dan saya dipenjara karena itu selama 30 tahun."

Duta Besar Huckabee telah lama menyatakan dukungannya atas pembebasan Pollard. Namun, keputusan untuk bertemu dengannya dalam kapasitas resmi telah menuai kritik dari mantan diplomat AS. Daniel Kurtzer, yang menjabat sebagai duta besar AS untuk Israel di bawah Presiden George W. Bush, dilaporkan mengatakan: "Mengapa perwakilan Amerika di Negara Israel ingin bertemu dengan Jonathan Pollard? Itu sungguh bertentangan dengan logika apa pun."

Departemen Luar Negeri dan Kedutaan Besar AS menolak berkomentar mengenai substansi pertemuan tersebut. Pernyataan singkat dari Kedutaan Besar AS menyatakan Huckabee "bertemu dengan banyak orang" dan menepis laporan tersebut sebagai "penuh ketidakakuratan."

Kasus spionase Pollard tetap menjadi bab sensitif dalam hubungan AS-Israel. Meskipun dirayakan secara luas di Israel, warisannya terus menimbulkan pertanyaan serius di Washington terkait kepercayaan, pembagian intelijen, dan dukungan politik terhadap mata-mata yang dihukum.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!