Gelar Demonstrasi Massal, Gen Z Siap Gulingkan Presiden Filipina Ferdinand Marcos

Minggu, 16 November 2025 - 20:40 WIB
Melansir Al Jazeera, protes tersebut menyusul tuduhan bahwa sejumlah tokoh yang memiliki koneksi kuat, termasuk sepupu Marcos dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez, mengantongi dana besar untuk proyek-proyek anti-banjir yang berkualitas rendah atau bahkan tidak pernah selesai sama sekali.

Kemarahan publik kembali berkobar setelah badai baru-baru ini menghantam sebagian besar wilayah negara itu awal bulan ini dan menewaskan sedikitnya 259 orang, dan Marcos telah berjanji bahwa mereka yang terlibat dalam skandal tersebut akan dipenjara sebelum liburan Natal.

Departemen Keuangan memperkirakan bahwa negara tersebut kehilangan hingga hingga 118,5 miliar peso (USD2 miliar) akibat korupsi dalam proyek-proyek pengendalian banjir antara tahun 2023 dan 2025, beberapa di antaranya disebut sebagai "proyek infrastruktur hantu".

Sebuah komisi pencari fakta telah mengajukan tuntutan pidana korupsi terhadap 37 orang, termasuk senator, anggota Kongres, dan pengusaha kaya. Tuntutan pidana juga telah diajukan terhadap 86 eksekutif perusahaan konstruksi dan sembilan pejabat pemerintah karena diduga menghindari pajak hampir 9 miliar peso (USD153 juta).

Di antara mereka yang dituduh terdapat anggota parlemen yang menentang dan bersekutu dengan Marcos. Selain Romualdez, mereka termasuk Presiden Senat Chiz Escudero, serta Senator Bong Go, sekutu penting mantan Presiden Rodrigo Duterte.

Baca Juga: AS Bantu Korea Selatan Buat Kapal Selam Nuklir, Apa Keuntungannya?

Ketiganya membantah melakukan kesalahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!