AS Ungkap Tes Senjata Nuklirnya Tak Akan Libatkan Ledakan dan Awan Jamur

Senin, 03 November 2025 - 07:58 WIB
China telah dengan cepat memperluas cadangan nuklirnya dan menempatkan rudal di silo-silo baru, tetapi belum menguji senjata nuklir sejak 1996.

Rusia belum melakukan uji coba yang terkonfirmasi sejak 1990, meskipun baru-baru ini menyatakan telah menguji dua kendaraan pengiriman eksotis untuk senjata nuklir: rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik dan torpedo bawah laut, yang disebut Poseidon, yang dapat melintasi Pasifik ke Pantai Barat Amerika Serikat.

Pada 1993, pemerintahan Bill Clinton mengumumkan rencana perjanjian yang mewajibkan negara-negara untuk tidak melakukan uji coba senjata nuklir. Meskipun perjanjian larangan uji coba tahun 1996 tidak pernah resmi berlaku, perjanjian tersebut menciptakan norma global untuk tidak menguji bom-bom penghancur tersebut.

Washington saat ini sedang berupaya mengganti hulu ledaknya dengan versi yang diperbarui. Total biaya program yang meluas selama tiga dekade ini diperkirakan mencapai USD1,7 triliun.

Pada hari Minggu, Wright mengatakan bahwa pengujian sedang dilakukan pada sistem nuklir baru tersebut.

“Dan sekali lagi, ini akan menjadi ledakan non-nuklir,” kata Wright. “Ini hanyalah pengembangan sistem canggih agar senjata nuklir pengganti kita bahkan lebih baik daripada sebelumnya.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!