Netanyahu Nyaris Pingsan Marahi Menteri Israel yang Menghina Arab Saudi dengan Narasi Unta
Selasa, 28 Oktober 2025 - 14:15 WIB
“Jika Arab Saudi mengatakan kepada kami ‘normalisasi dengan imbalan negara Palestina', teman-teman - tidak, terima kasih. Teruslah menunggang unta di padang pasir di Arab Saudi, dan kami akan terus berkembang dengan ekonomi, masyarakat, dan negara serta hal-hal hebat yang kami ketahui,” ujar Smotrich dalam sebuah konferensi.
Komentar ini memicu kemarahan di kalangan oposisi Israel, yang memandang normalisasi dengan Arab Saudi sebagai kunci integrasi negara tersebut ke dalam kawasan MENA [Timur Tengah dan Afrika Utara]. Sebagian besar negara Arab tidak memiliki hubungan dengan Israel, tetapi akan terbuka untuk melakukannya jika negara Palestina didirikan.
Smotrich terpaksa menyampaikan permintaan maaf yang memalukan setelah komentarnya, yang tidak diragukan lagi terkait dengan luapan amarah Netanyahu.
“Komentar saya tentang Arab Saudi sama sekali tidak pantas, dan saya mohon maaf atas penghinaan yang ditimbulkannya,” katanya.
"Saya berharap Saudi tidak menyakiti kami dan tidak mengingkari warisan, tradisi, dan hak-hak kaum Yahudi atas tanah air bersejarah mereka di Yudea dan Samaria, serta membangun perdamaian sejati dengan kami."
Komentar ini memicu kemarahan di kalangan oposisi Israel, yang memandang normalisasi dengan Arab Saudi sebagai kunci integrasi negara tersebut ke dalam kawasan MENA [Timur Tengah dan Afrika Utara]. Sebagian besar negara Arab tidak memiliki hubungan dengan Israel, tetapi akan terbuka untuk melakukannya jika negara Palestina didirikan.
Smotrich terpaksa menyampaikan permintaan maaf yang memalukan setelah komentarnya, yang tidak diragukan lagi terkait dengan luapan amarah Netanyahu.
“Komentar saya tentang Arab Saudi sama sekali tidak pantas, dan saya mohon maaf atas penghinaan yang ditimbulkannya,” katanya.
"Saya berharap Saudi tidak menyakiti kami dan tidak mengingkari warisan, tradisi, dan hak-hak kaum Yahudi atas tanah air bersejarah mereka di Yudea dan Samaria, serta membangun perdamaian sejati dengan kami."
(mas)
Lihat Juga :