Hadapi Serangan Rasis dan Kebencian, Calon Wali Kota New York Tetap Pertahankan Islam Jadi Agamanya

Minggu, 26 Oktober 2025 - 02:20 WIB
Basim Elkarra, direktur eksekutif kelompok advokasi Muslim CAIR Action, menggambarkan penampilan Cuomo di program radio tersebut sebagai "keji, berbahaya, dan mendiskualifikasi".

“Dengan menyetujui seorang pembawa acara radio rasis yang mengatakan seorang pejabat terpilih Muslim akan ‘mendukung’ 9/11 lainnya, Cuomo telah melewati batas moral,” kata Elkarra.

Baca Juga: Rencana Pencaplokan Tepi Barat oleh Israel, Palestina: Deklarasi Perang Sudah Ditabuh

“Kesediaan Cuomo untuk terlibat dalam ujaran kebencian semacam ini, di platform semacam ini, menunjukkan dengan tepat tipe pemimpin seperti apa dia: seseorang yang lebih suka memicu ketakutan daripada menyatukan orang,” katanya.

Berbicara pada hari Jumat, Mamdani mengatakan bahwa dia juga telah “difitnah” oleh calon dari Partai Republik Curtis Sliwa di panggung debat, “ketika dia mengklaim bahwa saya mendukung jihad global”, dan menghadapi iklan dari Komite Aksi Politik Super yang “menyiratkan bahwa saya seorang teroris, atau mengejek cara saya makan”.

Ia juga berbagi kenangan tentang "bibinya yang berhenti naik kereta bawah tanah setelah 11 September karena merasa tidak aman berhijab", dan tentang seorang staf yang garasinya dicoret "kata teroris", serta nasihat yang ia terima bahwa ia "tidak perlu memberi tahu orang-orang" bahwa ia seorang Muslim, jika ingin memenangkan pemilu.

Sebelumnya pada hari Jumat, Mamdani menerima dukungan yang telah lama dinantikan dari Hakeem Jeffries, pemimpin Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS dan perwakilan distrik kongres kedelapan New York, yang mencakup wilayah Brooklyn di East Flatbush, Coney Island, dan Brownsville.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!