Rencana Pencaplokan Tepi Barat oleh Israel, Palestina: Deklarasi Perang Sudah Ditabuh

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 15:15 WIB
loading...
Rencana Pencaplokan...
Rencana pencaplokan Tepi Barat oleh Israel, Palestina menyatakan itu sebagai deklarasi perang yang sudah ditabuh. Foto/X/@QudsNen
A A A
GAZA - Seorang pejabat senior Palestina Mouayyad Shaaban mengatakan bahwa persetujuan awal Israel atas dua RUU untuk memaksakan kedaulatannya atas Tepi Barat yang diduduki dan salah satu permukiman terbesarnya merupakan "deklarasi perang". Dia menyerukan agar Israel diisolasi dan diboikot sebagai tanggapan.

Mouayyad Shaaban, kepala Komisi Penjajahan dan Perlawanan Tembok di bawah Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Anadolu bahwa "tidak ada keputusan atau tindakan Israel yang dapat menghapus identitas Palestina di tanah ini."

Dalam pembacaan pertama pada hari Rabu, Knesset (parlemen) Israel mengesahkan dua rancangan undang-undang, satu untuk mencaplok Tepi Barat yang diduduki dan satu lagi untuk mencaplok permukiman Ma'ale Adumim yang dibangun di atas tanah Palestina di sebelah timur Yerusalem. Kedua rancangan undang-undang tersebut membutuhkan tiga pembacaan tambahan sebelum menjadi undang-undang.

Langkah ini bertepatan dengan kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance ke Tel Aviv dan terjadi kurang dari sebulan setelah Presiden Donald Trump menyatakan pada 26 September bahwa ia tidak akan mengizinkan Israel mencaplok Tepi Barat.

Jika disahkan, aneksasi tersebut akan mengakhiri kemungkinan yang tersisa untuk menerapkan solusi dua negara yang dicita-citakan oleh resolusi PBB.

Deklarasi Perang dengan Palestina

Shaaban memperingatkan bahwa “keputusan ini berbahaya dan merupakan “deklarasi perang, tidak hanya terhadap rakyat Palestina tetapi juga terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dewan Keamanan, dan semua hukum serta resolusi internasional.”

Melansir Anadolu, ia mendesak warga Palestina untuk “hadir di seluruh tanah kami untuk membuktikan sekali lagi kepada penjajah (Israel) bahwa tanah ini milik kami. Tidak ada pernyataan atau undang-undang yang dapat mengubah hal itu; yang penting adalah apa yang terjadi di lapangan.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Meski Terus Digempur...
Meski Terus Digempur Israel, Sekjen Hizbullah Tegaskan Seluruh Anggota Siap Mati!
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved