Perampokan 4 Menit, Bagaimana Perhiasan Tak Ternilai Harganya Dicuri di Museum Louvre?

Selasa, 21 Oktober 2025 - 15:15 WIB
Baca Juga: 3 Fakta Perampokan Perhiasan di Museum Louvre

5. Operasi Pencurian Berlangsung 4 Menit

Menteri Kebudayaan Rachida Dati mengatakan pihak berwenang tiba "beberapa menit setelah kami menerima informasi perampokan ini".

"Sejujurnya, operasi ini berlangsung hampir empat menit – sangat cepat," ujarnya.

Rekaman menunjukkan kerekan tersebut diikat ke fasad yang menghadap Sungai Seine dan mengarah ke jendela balkon, yang menurut para pengamat merupakan titik masuk para pencuri sebelum akhirnya dibongkar pada hari Minggu.

Karena para pencuri masih bebas, tim forensik telah mendatangi Louvre dan jalan-jalan di sekitarnya untuk mengumpulkan bukti dan meninjau rekaman CCTV dari sayap Denon, tempat Galeri Apollo berada, dan tepi Sungai Seine.

Pihak berwenang juga berencana untuk mewawancarai staf yang bekerja saat museum dibuka pada hari Minggu, kata mereka.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan sedang menyusun daftar rinci barang-barang curian, tetapi menambahkan bahwa "di luar nilai pasarnya, barang-barang ini memiliki warisan dan nilai sejarah yang tak ternilai".

Dati, Menteri Kebudayaan, menduga para pencuri adalah "para profesional".

"Kejahatan terorganisir saat ini menyasar benda-benda seni, dan museum tentu saja telah menjadi sasaran," katanya.

6. Bukan Aksi Pencurian Pertama

Pencurian paling terkenal di Louvre terjadi pada tahun 1911, ketika potret Mona Lisa menghilang dari bingkainya. Lukisan itu ditemukan kembali dua tahun kemudian, tetapi beberapa dekade kemudian, pada tahun 1956, seorang pengunjung melemparkan batu ke lukisan yang terkenal di dunia itu – catnya terkelupas di dekat siku kiri subjek dan menyebabkan potret tersebut dipindahkan ke balik kaca antipeluru.

Dalam beberapa tahun terakhir, museum ini telah berjuang dengan meningkatnya jumlah pengunjung, yang mencapai 8,7 juta pada tahun 2024, dan membuat staf frustrasi karena merasa kewalahan.

Pada bulan Juni, museum menunda pembukaannya karena aksi mogok staf akibat kekurangan staf yang kronis.

Seorang sumber dari serikat pekerja, yang meminta untuk tetap anonim, mengatakan kepada AFP bahwa sekitar 200 posisi telah dipotong di museum selama 15 tahun terakhir, dari total tenaga kerja yang hampir 2.000 orang.

Fakta bahwa pencurian pada hari Minggu itu terjadi di siang bolong memicu gelombang kekhawatiran dari warga dan politisi Prancis.

"Sungguh tidak dapat dipercaya bahwa museum setenar ini bisa memiliki celah keamanan yang begitu kentara," ujar Magali Cunel, seorang guru bahasa Prancis dari dekat Lyon, kepada kantor berita Associated Press.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!