Bak Film Action, Pria Ini Umbar 50 Tembakan ke Jalan Ramai di Sydney, 16 Orang Terluka

Senin, 06 Oktober 2025 - 15:45 WIB
"Motif pria bersenjata itu belum jelas, tetapi tidak ada hubungan yang diketahui dengan aktivitas terorisme atau aktivitas geng apa pun," ujarnya kepada stasiun radio lokal, 2GB.

Seorang saksi yang menyebut namanya Tadgh mengatakan kepada penyiar ABC bahwa dia sedang menonton rugby ketika pertama kali mendengar suara tembakan.

"Suaranya sangat keras dan 'bang, bang, bang', kilatan petir, percikan api, asap, dan semua itu. Rasanya seperti di film-film, sungguh," ujarnya.

Penembakan massal relatif jarang terjadi di Australia.

Larangan senjata otomatis dan semi-otomatis telah berlaku sejak tahun 1996, ketika seorang pria bersenjata menewaskan 35 orang di Port Arthur, Tasmania.

Pada bulan Agustus, tersangka penembakan Dezi Freeman melarikan diri ke hutan setelah dituduh membunuh dua petugas polisi. Dia masih buron.

Pada tahun 2022, enam orang, termasuk dua petugas polisi, tewas dalam penembakan di dekat kota kecil Wieambilla di Queensland.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!