China: AS 'Raja' Serangan Siber di Dunia

Minggu, 13 September 2020 - 10:23 WIB
Diwartakan sebelumnya, Microsoft menyebut peretas dari China, Rusia dan Iran menjadikan tim kampanye presiden incumbent AS Donald Trump dan lawannya dari Partai Demokrat sebagai sasaran serangan siber. (Baca: Tim Kampanye Biden dan Trump Jadi Target Hacker Tiga Negara )

Namun, tudingan itu dibantah oleh Teheran yang menyatakan klaim Microsoft bahwa peretas Iran meluncurkan serangan siber yang menargetkan kandidat dalam pemilihan presiden AS mendatang adalah tidak benar.

Sebaliknya, Teheran menyebut selama ini Washingtonlah yang kerap ikut campur dalam pemilu negara lain termasuk di Iran. (Baca: Tak Peduli Siapa yang Menang, Iran Bantah Ikut Campur Pilpres AS ).

Sementara Kremlin mempertanyakan bagaimana Microsoft, perusahaan teknologi multinasional, menyebut Rusia terlibat dalam upaya peretasan. Kremlin bahkan menegaskan bahwa Moskow tidak ikut campur dan tidak akan mencampuri proses pemilu dan urusan internal negara lain.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!