Sempat Dihentikan, AstraZeneca Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19
Minggu, 13 September 2020 - 07:27 WIB
"Kami berkomitmen untuk keselamatan peserta kami dan standar perilaku tertinggi dalam studi kami, dan akan terus memantau keselamatan dengan cermat," kata Universitas Oxford dalam sebuah pernyataan terpisah.
Pernyataan itu mengatakan sekitar 18.000 orang telah menerima vaksin penelitian sebagai bagian dari uji coba.
Sebelumnya dalam jumpa pers pada hari Kamis, CEO AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan, perusahaan harus tahu sebelum akhir tahun apakah vaksin eksperimentalnya benar-benar dapat melindungi orang dari Covid-19.
Soriot mengakui pengawasan publik yang sangat besar terhadap uji coba farmasi.
"Perbedaannya dengan uji coba vaksin lainnya adalah seluruh dunia tidak mengawasinya," katanya.
Uji klinis Oxford adalah uji coba Tahap 3 ketiga yang dimulai di Amerika Serikat (AS). Pfizer dan Moderna memulai uji coba Tahap 3 pada akhir Juli dan telah mendaftarkan sekitar 30.000 sukarelawan.(Baca: Australia Tanggapi Santai Keputusan AstraZeneca Hentikan Tes Vaksin Covid-19 Global )
Pernyataan itu mengatakan sekitar 18.000 orang telah menerima vaksin penelitian sebagai bagian dari uji coba.
Sebelumnya dalam jumpa pers pada hari Kamis, CEO AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan, perusahaan harus tahu sebelum akhir tahun apakah vaksin eksperimentalnya benar-benar dapat melindungi orang dari Covid-19.
Soriot mengakui pengawasan publik yang sangat besar terhadap uji coba farmasi.
"Perbedaannya dengan uji coba vaksin lainnya adalah seluruh dunia tidak mengawasinya," katanya.
Uji klinis Oxford adalah uji coba Tahap 3 ketiga yang dimulai di Amerika Serikat (AS). Pfizer dan Moderna memulai uji coba Tahap 3 pada akhir Juli dan telah mendaftarkan sekitar 30.000 sukarelawan.(Baca: Australia Tanggapi Santai Keputusan AstraZeneca Hentikan Tes Vaksin Covid-19 Global )
Lihat Juga :