157 dari 193 Negara Anggota PBB Sudah Akui Palestina, tapi Kenapa Masih Ada Kekecewaan?
Jum'at, 26 September 2025 - 04:55 WIB
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas harus berkendara ke bandara Amman di Yordania untuk bepergian ke mana pun di dunia internasional, alih-alih ke bandara internasional Tel Aviv.
Yerusalem Timur, yang secara luas diakui secara internasional sebagai wilayah Palestina tetapi direbut dan diduduki oleh Israel di Perang 1967, terletak di sisi tembok Israel.
Data PBB per Mei 2025 menunjukkan terdapat 849 "hambatan pergerakan" yang menghalangi akses di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki. Ini termasuk pos pemeriksaan, gerbang, dan penghalang jalan — beberapa di antaranya ditutup permanen, yang lainnya hanya dibuka sesekali.
Tiga puluh enam penghalang tersebut didirikan setelah gencatan senjata terakhir di Gaza pada Januari 2025.
PBB mengatakan terdapat lebih dari setengah juta pemukim Yahudi yang tinggal di komunitas dan pos-pos terdepan di Tepi Barat, dan lebih dari 200.000 di Yerusalem Timur. Pos-pos terdepan, sejenis permukiman yang secara teknis dilarang menurut hukum Israel tetapi seringkali disetujui secara resmi kemudian, telah meningkat sejak Oktober 2023.
Sambil menunggu tanggapan resminya terhadap pengakuan kenegaraan oleh negara-negara termasuk Australia, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan pembangunan lebih banyak lagi untuk mengubur prospek negara Palestina.
"Kami menggandakan permukiman Yahudi di Yudea dan Samaria [istilah Alkitab untuk Tepi Barat] — dan kami akan melanjutkan langkah ini," ujarnya.
Salah satu proyek perluasan permukiman tersebut dikenal sebagai E1, dan secara efektif akan memisahkan bagian utara dan selatan Tepi Barat serta memblokir akses Palestina ke Yerusalem Timur.
Kekerasan dari para pemukim di Tepi Barat, yang ditujukan kepada warga Palestina, telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir — terutama sejak perang di Gaza dimulai. Data PBB menunjukkan sekitar 1.000 warga Palestina dan 40 warga Israel telah tewas di Tepi Barat sejak Oktober 2023.
Yerusalem Timur, yang secara luas diakui secara internasional sebagai wilayah Palestina tetapi direbut dan diduduki oleh Israel di Perang 1967, terletak di sisi tembok Israel.
Data PBB per Mei 2025 menunjukkan terdapat 849 "hambatan pergerakan" yang menghalangi akses di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki. Ini termasuk pos pemeriksaan, gerbang, dan penghalang jalan — beberapa di antaranya ditutup permanen, yang lainnya hanya dibuka sesekali.
Tiga puluh enam penghalang tersebut didirikan setelah gencatan senjata terakhir di Gaza pada Januari 2025.
5. Israel Akan Memperluas Pemukiman Yahudi di Tepi Barat
Salah satu praktik Israel yang paling kontroversial dan dikutuk di Tepi Barat adalah pembangunan permukiman — komunitas yang dianggap ilegal menurut hukum internasional, tetapi didukung oleh pemerintah sayap kanan Israel.PBB mengatakan terdapat lebih dari setengah juta pemukim Yahudi yang tinggal di komunitas dan pos-pos terdepan di Tepi Barat, dan lebih dari 200.000 di Yerusalem Timur. Pos-pos terdepan, sejenis permukiman yang secara teknis dilarang menurut hukum Israel tetapi seringkali disetujui secara resmi kemudian, telah meningkat sejak Oktober 2023.
Sambil menunggu tanggapan resminya terhadap pengakuan kenegaraan oleh negara-negara termasuk Australia, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan pembangunan lebih banyak lagi untuk mengubur prospek negara Palestina.
"Kami menggandakan permukiman Yahudi di Yudea dan Samaria [istilah Alkitab untuk Tepi Barat] — dan kami akan melanjutkan langkah ini," ujarnya.
Salah satu proyek perluasan permukiman tersebut dikenal sebagai E1, dan secara efektif akan memisahkan bagian utara dan selatan Tepi Barat serta memblokir akses Palestina ke Yerusalem Timur.
Kekerasan dari para pemukim di Tepi Barat, yang ditujukan kepada warga Palestina, telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir — terutama sejak perang di Gaza dimulai. Data PBB menunjukkan sekitar 1.000 warga Palestina dan 40 warga Israel telah tewas di Tepi Barat sejak Oktober 2023.
(ahm)
Lihat Juga :