Al-Qaeda Ancam Bantai Staf Charlie Hebdo karena Cetak Kartun Nabi Muhammad

Sabtu, 12 September 2020 - 11:33 WIB
Dalam publikasinya, al-Qaeda mengatakan "pesan yang sama" untuk Presiden Prancis Emmanuel Macron seperti yang terjadi untuk pendahulunya Francois Hollande yang menjadi presiden pada saat serangan 2015. (Baca: Cetak Kartun Nabi Muhammad, Staf Charlie Hebdo Dilindungi Bodyguard )

Prancis, di bawah Macron, telah "memberi lampu hijau" untuk penerbitan ulang kartun yang menggambarkan secara buruk sosok yang dianggap sebagai Nabi Muhammad.

Sebanyak 12 orang, termasuk beberapa kartunis paling terkenal di Prancis, terbunuh pada 7 Januari 2015. Mereka dibantai ketika dua bersaudara; Said dan Cherif Kouachi, mengumbar tembakan di kantor majalah Charlie Hebdo. Dua bersaudara itu tewas setelah beraksi.

Persidangan, yang dimulai pada 2 September dan diperkirakan akan berlanjut hingga November, menghadirkan 14 tersangka kaki tangan Said dan Cherif Kouachi. (Baca: Majalah Charlie Hebdo Terbitkan Ulang Kartun Nabi Muhammad )

Sidang itu telah membuka kembali salah satu bab paling menyakitkan dalam sejarah modern Prancis yang menandai serentetan serangan kelompok jihadis di wilayahnya yang telah merenggut lebih dari 250 nyawa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!