Siapa Hisahito? Pangeran Capung dari Jepang yang Diprediksi Jadi Kaisar Terakhir

Minggu, 07 September 2025 - 21:04 WIB
Hisahito bisa jadi pangeran kaisar terakhir di Jepang. Foto/X/@rwthofficial
TOKYO - Pangeran Hisahito dari Jepang adalah anggota kerajaan pria pertama yang mencapai usia dewasa dalam 40 tahun. Banyak orang di Jepang khawatir ia bisa menjadi yang terakhir.

Ritual istana yang rumit untuk secara resmi mengakui Hisahito sebagai orang dewasa pada hari Sabtu merupakan pengingat akan prospek suram bagi monarki tertua di dunia. Sebagian besar hal ini disebabkan oleh kebijakan suksesi yang hanya didominasi laki-laki dan jumlah anggota yang semakin berkurang.



Hisahito berada di urutan kedua pewaris Takhta Krisan dan kemungkinan besar akan menjadi kaisar suatu hari nanti. Namun, setelahnya, tidak ada seorang pun yang tersisa, membuat keluarga Kekaisaran dilema, apakah mereka harus membatalkan keputusan abad ke-19 yang menghapuskan suksesi perempuan.

Siapa Hisahito? Pangeran Capung dari Jepang yang Diprediksi Jadi Kaisar Terakhir

1. Pangeran yang Suka dengan Serangga

Melansir CNN, sebagai mahasiswa baru di Universitas Tsukuba dekat Tokyo, Hisahito mempelajari biologi dan senang bermain bulu tangkis. Ia sangat tertarik pada capung dan telah ikut menulis makalah akademis tentang survei serangga tersebut di lahan perkebunannya di Akasaka, Tokyo.

Dalam konferensi pers debutnya di bulan Maret, sang pangeran mengatakan ia berharap untuk memfokuskan studinya pada capung dan serangga lainnya, termasuk cara-cara untuk melindungi populasi serangga di daerah perkotaan.

Hisahito lahir pada 6 September 2006, dan merupakan putra tunggal Putra Mahkota Akishino, pewaris takhta, dan istrinya, Putri Mahkota Kiko. Ia memiliki dua kakak perempuan, Putri Kako yang populer dan mantan Putri Mako, yang pernikahannya dengan seorang non-kerajaan mengharuskannya untuk meninggalkan status kerajaannya.

Ritual kedewasaan Hisahito terhenti setahun setelah ia berusia 18 tahun, mencapai usia dewasa secara hukum, karena ia ingin berkonsentrasi pada ujian masuk perguruan tinggi.

BacaJuga: Hadapi Krisis Kepemimpinan, PM Jepang Pilih Mundur
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!