Skenario Vietnam: Jenderal Israel Sebut Rencana Netanyahu di Gaza Jebakan Maut

Jum'at, 05 September 2025 - 00:01 WIB
"Metode operasi ini tidak hanya gagal mengalahkan Hamas, tetapi juga menyebabkan kerugian besar bagi IDF (Tentara Israel) dan banyak yang terluka," tulisnya.

Brik juga menuduh kepemimpinan politik dan militer Israel menyesatkan publik dengan pencapaian palsu.

"Untuk membenarkan berlanjutnya perang, eselon politik dan militer mulai menyebarkan cerita dan klise palsu kepada publik, seperti: 'Kami menghancurkan lebih dari 50% terowongan di Jalur Gaza,' 'Kami menghabisi 20.000 pejuang Hamas,' dan 'Kami menghancurkan seluruh infrastruktur militer Hamas,'" ujar Brik.

Pada kenyataannya, ia berpendapat, "Kurang dari 24% terowongan hancur, dan bahkan kurang dari 10%, sebagaimana yang disaksikan oleh para operator di lapangan."

Ia menambahkan, "Kurang dari 10.000 pejuang Hamas yang dihabisi, bukan 20.000," menekankan Hamas terus beroperasi sebagai pasukan gerilya.

Mengenai upaya terbaru Netanyahu untuk merebut kembali Kota Gaza, Brik mencatat Kepala Staf Eyal Zamir menentang rencana tersebut, memperingatkan kabinet bahwa itu adalah jebakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!