Israel Luncurkan Serangan Tahap Kedua untuk Duduki Kota Gaza

Kamis, 04 September 2025 - 16:24 WIB
Ia menekankan, “Banyak rumah tangga tidak dapat pindah karena biaya tinggi dan kurangnya ruang aman untuk pindah, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas.”

Mengutip mitra kemanusiaan PBB, Dujarric melaporkan, “Dari 14 hingga 31 Agustus, lebih dari 82.000 pengungsian baru telah tercatat, termasuk hampir 30.000 perpindahan dari utara ke selatan.”

“Mitra kami menggambarkan kondisi di lokasi pengungsian sangat memprihatinkan dan penuh sesak, dengan puing-puing dan sampah menumpuk di dekat atau di dalam area hunian,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Kenaikan suhu meningkatkan kondisi tidak sehat, yang menyebabkan infestasi hewan pengerat dan serangga yang meluas.”

“Akibatnya, terdapat risiko kesehatan yang meningkat, dengan anak-anak mengalami ruam kulit,” ujarnya.

Mengutip Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Dujarric melaporkan, "Dari 16 misi yang dikoordinasikan dengan otoritas Israel kemarin, lima menghadapi penundaan yang sangat lama sebelum menerima lampu hijau dari otoritas Israel untuk bergerak, termasuk upaya untuk mengumpulkan pasokan dari penyeberangan."

Meskipun ada pembatasan dari Israel, ia mencatat, “Tim PBB berhasil mengambil bantuan, termasuk pasokan medis, serta bahan bakar dari penyeberangan Kerem Shalom."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!