PBB Voting Bubarkan Pasukan Penjaga Perdamaian Lebanon akibat Tekanan AS dan Israel

Jum'at, 29 Agustus 2025 - 20:57 WIB
Namun, otoritas Lebanon bersikeras tentara saat ini tidak siap untuk mempertahankan kendali tanpa bantuan, terutama dengan menurunnya pendanaan internasional.

"AS meminta kami untuk mengambil alih kendali selatan dan mengusir Hizbullah tetapi pada saat yang sama, mereka mengambil salah satu sekutu kunci yang telah membantu kami melakukan itu," kata seorang pejabat senior Lebanon.

Juru bicara UNIFIL, Andrea Tenenti, memperingatkan misi tersebut tetap penting, "Lebanon memiliki peluang mendapatkan kembali otoritas negara di Lebanon selatan, dan kami membantu mereka dalam misi tersebut. Namun ini baru permulaan—membutuhkan waktu untuk membangun pasukan."

Para pengamat khawatir pembubaran UNIFIL akan memicu agresi Israel lebih lanjut. Israel saat ini menduduki lima posisi di wilayah Lebanon, yang melanggar Resolusi PBB 1701.

Amnesty International, pejabat Lebanon, dan UNIFIL semuanya mengonfirmasi sebagian besar kerusakan di Lebanon selatan terjadi setelah gencatan senjata November.

Baca juga: Militer Israel Nyatakan Kota Gaza Zona Pertempuran Berbahaya
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!