2 Bulan Usai Perang, Iran Akui Punya Pabrik Senjata di Luar Negeri

Kamis, 28 Agustus 2025 - 18:32 WIB
Amir Hossein Sabeti, salah satu anggota parlemen, mengatakan, "Bahkan belum dua bulan setelah parlemen mengesahkan undang-undang untuk menangguhkan kerja sama dengan badan tersebut, mata-mata badan tersebut datang ke Iran dengan menyamar sebagai inspektur."

Ia juga merujuk pada pernyataan Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, yang dibuat setelah perang tentang kepala IAEA Rafael Grossi, dengan mengatakan, "Anda mengatakan kita akan mengurus Grossi nanti, tetapi sekarang Grossi yang mengurus kita."

Kantor berita Fars, yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam, juga menyerukan peninjauan kembali atas keputusan tersebut.

Menjelaskan alasan di balik undang-undang penangguhan kerja sama dengan badan tersebut, tertulis, "Kinerja Grossi yang tidak profesional dan spionase mengakibatkan disahkannya undang-undang ini."

Baca juga: Mengapa Tony Blair dan Jared Kushner Berada di Gedung Putih untuk Bahas Gaza?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!