Mengapa Tony Blair dan Jared Kushner Berada di Gedung Putih untuk Bahas Gaza?

Kamis, 28 Agustus 2025 - 16:57 WIB
loading...
Mengapa Tony Blair dan...
Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair dan menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Kushner, berbicara di satu forum. Foto/mei.edu
A A A
WASHINGTON - Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair dan menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Kushner, menghadiri pertemuan di Gedung Putih pada hari Rabu (27/8/2025) untuk memaparkan rencana AS dan Israel terkait nasib Gaza pascaperang. Pertemuan tersebut terjadi beberapa hari setelah Trump mengatakan ia memperkirakan perang Israel di Gaza akan berakhir dalam "dua hingga tiga minggu".

Utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, kemudian mengatakan perang akan berakhir pada akhir tahun.

“Ini adalah rencana yang sangat komprehensif yang akan kami susun keesokan harinya, dan saya pikir banyak orang akan setuju – mereka akan melihat seberapa kuat dan seberapa baik niatnya,” ujar Witkoff, saat berpidato di pertemuan di Gedung Putih.

“Dan ini mencerminkan motif kemanusiaan Presiden Trump di sini,” papar dia.

Namun, keterlibatan Blair dan Kushner, ditambah dengan tidak adanya suara Palestina dalam pertemuan tersebut, akan menimbulkan kekhawatiran tentang nasib Gaza pascaperang di kalangan warga Palestina, dan mungkin juga beberapa sekutu Arab AS.

Witkoff telah berkonsultasi dengan Kushner mengenai Gaza pascaperang selama "beberapa bulan", menurut Axios.

Pindahkan Orang-orang Keluar


Middle East Eye (MEE) melaporkan pada bulan Februari bahwa rencana Trump yang banyak didiskreditkan untuk menggusur paksa warga Palestina dan mengubah Gaza menjadi "riviera" milik AS hampir menggemakan rencana Kushner yang sebelumnya dinyatakan untuk wilayah kantong tersebut.

Kushner menjabat sebagai penasihat Timur Tengah Trump selama masa jabatan pertamanya. Ia menikah dengan putri Trump, Ivanka.

Keluarga Kushner baru-baru ini menjadi berita karena ayah Jared, duta besar Trump untuk Prancis, berselisih dengan Presiden Emmanuel Macron atas keputusannya untuk mengakui negara Palestina.

Kushner menyerukan pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza sejak tahun lalu.

“Properti tepi laut Gaza, itu bisa sangat berharga,” ujar Kushner pada Februari 2024.

“Situasinya agak disayangkan di sana, tetapi saya pikir dari perspektif Israel, saya akan melakukan yang terbaik untuk memindahkan orang-orang keluar dan kemudian membereskannya,” papar dia.

MEE juga melaporkan seorang profesor ekonomi yang kurang dikenal di Universitas George Washington yang mengatakan dalam podcast Agustus 2024 bahwa Kushner telah berkonsultasi dengannya mengenai makalah tentang cara merekonstruksi Gaza pascaperang - dan itu hampir sesuai kata demi kata dengan apa yang diminta Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
Corong Iran Tantang...
Corong Iran Tantang AS Luncurkan Invasi Darat, Ungkap Rudal Bawah Tanah Teheran
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Koalisi Militer Islam...
Koalisi Militer Islam Gandeng PBB Latih Palestina dan Chad Perangi Pendanaan Terorisme
Influencer Andrew-Tristan...
Influencer Andrew-Tristan Tate Ditangkap di AS terkait Dugaan Pemerkosaan dan Prostitusi
Rekomendasi
Delapan Fraksi Setujui...
Delapan Fraksi Setujui RUU PFII, Indonesia Didorong Jadi Pusat Keuangan Global
Sebelum Ditangkap KPK,...
Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia 2026
Prabowo: 110 Masalah...
Prabowo: 110 Masalah Tuntas dalam 18 Bulan, Bukan Prestasi Kecil
Berita Terkini
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved