2 Bulan Usai Perang, Iran Akui Punya Pabrik Senjata di Luar Negeri

Kamis, 28 Agustus 2025 - 18:32 WIB
Mengenai perlunya perluasan program militer Iran, ia berkata, “Di era sekarang, negara mana pun yang tidak kuat tidak diizinkan untuk hidup. Bahkan kekuatan ekonomi saja tidak akan mencapai hasil tanpa kekuatan militer.”

Anggota Parlemen Tuding Inspektur IAEA Lakukan Spionase

Kembalinya inspektur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) ke Iran telah memicu penolakan keras dari anggota parlemen konservatif, beberapa di antaranya menuduh para inspektur tersebut memata-matai program nuklir negara itu.

Pada bulan Juni, menyusul serangan oleh AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, parlemen mengesahkan undang-undang untuk menangguhkan semua kerja sama dengan IAEA.

Para anggota parlemen yang menentang kembalinya para inspektur berpendapat tindakan tersebut ilegal. Namun, menteri luar negeri mengatakan keputusan tersebut dibuat dengan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Anggota parlemen oposisi juga mengatakan badan tersebut memberikan informasi rinci tentang program nuklir Iran kepada AS dan Israel sebelum perang, yang menewaskan lebih dari 10 ilmuwan nuklir dan menyebabkan kerusakan luas pada fasilitas nuklir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!