Hizbullah Sumpah Tak akan Serahkan Senjata Selama Israel Masih Ada

Jum'at, 15 Agustus 2025 - 21:15 WIB
Langkah kontroversial ini disambut dengan pertentangan keras dari Hizbullah, yang mengecam rencana tersebut sebagai "kesalahan besar" dan menegaskan mereka tidak akan mematuhinya.

Israel melancarkan serangan militer di Lebanon pada 8 Oktober 2023, yang meningkat menjadi perang skala penuh pada September 2024, menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai sekitar 17.000 orang.

Gencatan senjata dicapai pada bulan November, tetapi pasukan Israel sejak itu telah melakukan serangan hampir setiap hari di Lebanon selatan, yang diklaim menargetkan aktivitas kelompok Hizbullah Lebanon.

Berdasarkan gencatan senjata, Israel seharusnya menarik diri sepenuhnya dari Lebanon selatan pada 26 Januari, tetapi batas waktu diperpanjang hingga 18 Februari setelah Tel Aviv menolak mematuhinya. Israel masih mempertahankan kehadiran militer di lima pos perbatasan.

Baca juga: 5 Fakta yang Jarang Diketahui soal Pertemuan Putin-Trump di Alaska
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!