Kota Jumilla di Spanyol Larang Umat Muslim Gelar Pertemuan di Tempat Publik
Sabtu, 09 Agustus 2025 - 17:20 WIB
"Larangan berkumpulnya umat Islam di tempat umum bersifat Islamofobia dan diskriminatif,” ujar Mounir Benjelloun Andaloussi Azhari, presiden federasi organisasi-organisasi Islam Spanyol, kepada surat kabar El País.
Baca Juga: 6 Dampak Pencaplokan Gaza oleh Israel, Salah Satunya Raih Kemenangan Palsu
“Mereka tidak mengincar agama lain, mereka mengincar agama kami,” katanya. “Kami cukup terkejut dengan apa yang terjadi di Spanyol. Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, saya merasa takut,” tambahnya.
Setelah Penaklukan Muslim di Spanyol pada abad ke-8 dan berdirinya Al-Andalus, Islam menjadi agama utama di Semenanjung Iberia.
Namun, kebangkitan kerajaan-kerajaan Kristen Eropa pada abad ke-16 menyebabkan Reconquista, serangkaian kampanye militer dan diplomatik yang memaksa mayoritas Muslim di Spanyol untuk melarikan diri atau menghadapi kemungkinan kematian.
Baca Juga: 6 Dampak Pencaplokan Gaza oleh Israel, Salah Satunya Raih Kemenangan Palsu
“Mereka tidak mengincar agama lain, mereka mengincar agama kami,” katanya. “Kami cukup terkejut dengan apa yang terjadi di Spanyol. Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, saya merasa takut,” tambahnya.
Setelah Penaklukan Muslim di Spanyol pada abad ke-8 dan berdirinya Al-Andalus, Islam menjadi agama utama di Semenanjung Iberia.
Namun, kebangkitan kerajaan-kerajaan Kristen Eropa pada abad ke-16 menyebabkan Reconquista, serangkaian kampanye militer dan diplomatik yang memaksa mayoritas Muslim di Spanyol untuk melarikan diri atau menghadapi kemungkinan kematian.
Lihat Juga :