Trump Ingin Gelar Perundingan Nuklir Baru dengan Rusia, Ada Apa Gerangan?

Sabtu, 26 Juli 2025 - 01:10 WIB
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan awal tahun ini bahwa "dialog antara Rusia dan AS mengenai pengendalian senjata diperlukan, terutama terkait stabilitas strategis." Namun, ia menekankan bahwa hal itu membutuhkan "tingkat kepercayaan yang memadai," yang perlu diimbangi dengan normalisasi hubungan bilateral yang diputus oleh pemerintahan Biden pada tahun 2022.

Baca Juga: Siapa Nick Maynard? Dokter Bedah Inggris yang Tuding Israel Tembaki Warga Gaza seperti Permainan Video

Perjanjian New START ditandatangani pada tahun 2010 oleh Presiden Rusia saat itu, Dmitry Medvedev, dan mitranya dari AS saat itu, Barack Obama, dalam periode pemulihan hubungan singkat yang dikenal sebagai "reset".

Hubungan kemudian memburuk ke titik terendah dalam sejarah akibat tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 dan konflik di Ukraina.

Selama masa jabatan pertama Trump, AS menarik diri dari Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) tahun 1987 dengan Rusia, yang melarang rudal darat dengan jangkauan 500–5.500 km, serta Perjanjian Langit Terbuka tahun 1992, yang memungkinkan kedua negara melakukan penerbangan pengintaian di wilayah masing-masing. Moskow pun mengikuti dan menuduh Washington membongkar sistem kendali senjata global.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!