Charlie Hebdo: Tak Perlu Menyesal Terbitkan Kartun Nabi Muhammad
Kamis, 10 September 2020 - 09:56 WIB
"Tidak ada yang disesali karena telah menerbitkan kartun itu," ujarnya, yang dilansir AFP, Kamis (10/9/2020).
"Yang saya sesali adalah melihat betapa sedikit orang yang berjuang untuk mempertahankan kebebasan. Jika kita tidak memperjuangkan kebebasan kita, kita hidup seperti budak dan kita mempromosikan ideologi yang mematikan."
Sepuluh orang tewas di dalam kantor Charlie Hebdo termasuk Jean Cabut, yang dikenal sebagai Cabu, 76, Georges Wolinski, 80, dan Stephane "Charb" Charbonnier, 47, yang termasuk di antara kartunis paling terkenal di Prancis.
Sourisseau, 53, yang menggantikan Charb sebagai kepala penerbitan, menegaskan bahwa kebebasan "bukanlah sesuatu yang jatuh dari langit".
"Kami tumbuh tanpa membayangkan bahwa suatu hari kebebasan kami akan dipertanyakan," katanya. (Baca: Iran: Cetak Kartun Nabi Muhammad, Charlie Hebdo Hina 1 Miliar Muslim Dunia )
Mengingat kengerian serangan oleh dua bersaudara Cherif dan Said Kouachi, dia berkata; "Sensasi langsung setelah serangan itu adalah bahwa Anda telah dipotong menjadi dua dan Anda kehilangan sebagian dari diri Anda."
"Yang saya sesali adalah melihat betapa sedikit orang yang berjuang untuk mempertahankan kebebasan. Jika kita tidak memperjuangkan kebebasan kita, kita hidup seperti budak dan kita mempromosikan ideologi yang mematikan."
Sepuluh orang tewas di dalam kantor Charlie Hebdo termasuk Jean Cabut, yang dikenal sebagai Cabu, 76, Georges Wolinski, 80, dan Stephane "Charb" Charbonnier, 47, yang termasuk di antara kartunis paling terkenal di Prancis.
Sourisseau, 53, yang menggantikan Charb sebagai kepala penerbitan, menegaskan bahwa kebebasan "bukanlah sesuatu yang jatuh dari langit".
"Kami tumbuh tanpa membayangkan bahwa suatu hari kebebasan kami akan dipertanyakan," katanya. (Baca: Iran: Cetak Kartun Nabi Muhammad, Charlie Hebdo Hina 1 Miliar Muslim Dunia )
Mengingat kengerian serangan oleh dua bersaudara Cherif dan Said Kouachi, dia berkata; "Sensasi langsung setelah serangan itu adalah bahwa Anda telah dipotong menjadi dua dan Anda kehilangan sebagian dari diri Anda."
Lihat Juga :