Perang Kamboja dan Thailand Pecah, Mata Uang Baht Terpukul

Kamis, 24 Juli 2025 - 20:01 WIB
Tentara Kamboja mengisi ulang peluncur roket ganda BM-21 di provinsi Preah Vihear. Foto/india today
BANGKOK - Mata uang Baht Thailand melemah setelah menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir akibat meningkatnya konflik dengan negara tetangganya, Kamboja. Mata uang itu melemah 0,3% menjadi 32,29 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari Kamis (24/7/2025) setelah menyentuh 32,11 sebelumnya, level terkuat sejak Februari 2022.

Indeks Bursa Efek Thailand (SET) merosot sekitar 1%. Baht telah melonjak lebih dari 6% tahun ini karena meningkatnya optimisme atas negosiasi perdagangan, kembalinya arus masuk saham asing, dan harga emas yang mendekati rekor tertinggi.



Jet tempur Thailand menyerang dua pos militer Kamboja di dekat perbatasan yang disengketakan pada hari Kamis, sementara pasukan bentrok di beberapa lokasi dalam eskalasi ketegangan antara kedua negara.

“Eskalasi konflik perbatasan memberi investor alasan untuk membukukan keuntungan setelah baht Thailand menguat,” ujar Lloyd Chan, ahli strategi mata uang di MUFG Bank.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!