3 Alasan Sistem Iron Dome Israel Tak Berdaya Bendung Rudal-rudal Iran

Senin, 16 Juni 2025 - 14:15 WIB
Bahkan, rudal hipersonik Fattah-1 juga diduga digunakan Iran, melesat dengan kecepatan antara Mach 13 hingga Mach 15, membuat reaksi pertahanan Iron Dome menjadi hampir mustahil.

Sekadar diketahui, rudal dengan teknologi MaRV dapat mengubah arah secara tiba-tiba, membuat Iron Dome kesulitan memprediksi jalur lintasannya. Kecepatan hipersonik juga memperpendek waktu deteksi dan respons, sehingga meningkatkan peluang lolos misil Iran dari intersepsi.

3. Iron Dome Bukan Tandingan Rudal Balistik Jarak Menengah



Perlu diketahui pula bahwa sistem pertahanan Iron Dome bukan dirancang untuk menghadapi rudal balistik atau rudal jarak menengah. Sistem ini awalnya dikembangkan untuk melindungi wilayah Israel dari roket buatan tangan dan rudal jarak pendek seperti roket Qassam atau Katyusha.

Rudal jarak menengah seperti Haj Qassem dengan jangkauan 1.200 km jelas melewati batas teknis Iron Dome.

Untuk ancaman rudal balistik jarak menengah, Israel mengandalkan sistem lain seperti David’s Sling, Arrow 2 dan Arrow 3, serta sistem pertahanan udara THAAD milik Amerika Serikat, yang kemungkinan belum dikerahkan penuh atau tidak cukup cepat merespons serangan gelombang rudal pertama Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!