3 Alasan Sistem Iron Dome Israel Tak Berdaya Bendung Rudal-rudal Iran

Senin, 16 Juni 2025 - 14:15 WIB
loading...
3 Alasan Sistem Iron...
Ada 3 alasan utama mengapa sistem pertahanan Iron Dome Israel tak berdaya membendung gelombang serangan rudal Iran. Salah satunya, sistem ini bukan tandingan rudal jarak menengah. Foto/IDF
A A A
JAKARTA - Keampuhan sistem pertahanan udara Iron Dome (Kubah Besi) Israel kembali dipertanyakan setelah tak berdaya membendung gelombang serangan rudal dan drone Iran sejak perang dimulai 13 Juni 2025. Sejak pertempuran pecah, Teheran telah meluncurkan lebih dari 270 rudal dan drone yang membombardir sejumlah kota penting Israel.

Di Tel Aviv, rudal dan drone Iran menghantam berbagai fasilitas, termasuk markas besar Pasukan Pertahanan Israel (IDF) atau Pentagon-nya Israel.

Di Haifa, sejumlah misil dan drone Iran menghantam pembangkit listrik dan kilang minyak utama Israel. Serangan ini memicu ledakan dan kebakaran hebat yang mengganggu pasokan energi sipil dan bahan bakar untuk operasional jet-jet tempur militer Zionis.

Baca Juga: Jenderal Iran: Pakistan Bakal Jatuhkan Bom Nuklir di Israel Jika...

Di Rehovot, salah satu serangan rudal Iran menghantam Weizmann Institute di Rehovot. Lembaga itu merupakan pusat penelitian dan pengembangan senjata canggih Israel. Lembaga tersebut juga disebut-sebut sebagai pusat riset nuklir rahasia Israel.

3 Alasan Utama Iron Dome Israel Tak Berdaya Bendung Rudal Iran

1. Serangan Jenuh (Saturation Attack)


Iran tidak hanya meluncurkan satu-dua rudal, melainkan dalam volume besar sekaligus.

Menurut laporan Associated Press dan The Guardian, lebih dari 270 rudal dan drone ditembakkan secara simultan ke berbagai wilayah Israel. Iron Dome, yang dirancang untuk mengintersepsi rudal jarak pendek secara selektif, tidak mampu mengatasi serangan dalam jumlah sebanyak itu.

Faktanya, Iron Dome hanya mampu menangani sejumlah target terbatas dalam satu waktu. Bila jumlah rudal musuh melebihi kapasitas peluncur dan radar, sistem tersebut menjadi kelebihan beban dan sebagian rudal musuh akan lolos dari intersepsi.

Sistem Iron Dome bergantung pada persediaan interseptor Tamir—rudal pencegat dengan biaya sekitar USD 40.000 hingga USD50.000 per unit. Jika serangan berlangsung lama, sistem ini bisa kehabisan amunisi, apalagi bila harus menembak ratusan rudal dan drone dalam waktu singkat.

2. Rudal Canggih Iran Gunakan Teknologi MaRV dan Hipersonik


Iran tidak hanya mengandalkan rudal konvensional. Mereka meluncurkan rudal balistik berpemandu seperti misil Haj Qassem dan Qassem Bassir yang dilengkapi teknologi MaRV (Maneuverable Reentry Vehicle)—mampu bermanuver di fase akhir penerbangan.

Bahkan, rudal hipersonik Fattah-1 juga diduga digunakan Iran, melesat dengan kecepatan antara Mach 13 hingga Mach 15, membuat reaksi pertahanan Iron Dome menjadi hampir mustahil.

Sekadar diketahui, rudal dengan teknologi MaRV dapat mengubah arah secara tiba-tiba, membuat Iron Dome kesulitan memprediksi jalur lintasannya. Kecepatan hipersonik juga memperpendek waktu deteksi dan respons, sehingga meningkatkan peluang lolos misil Iran dari intersepsi.

3. Iron Dome Bukan Tandingan Rudal Balistik Jarak Menengah


Perlu diketahui pula bahwa sistem pertahanan Iron Dome bukan dirancang untuk menghadapi rudal balistik atau rudal jarak menengah. Sistem ini awalnya dikembangkan untuk melindungi wilayah Israel dari roket buatan tangan dan rudal jarak pendek seperti roket Qassam atau Katyusha.

Rudal jarak menengah seperti Haj Qassem dengan jangkauan 1.200 km jelas melewati batas teknis Iron Dome.

Untuk ancaman rudal balistik jarak menengah, Israel mengandalkan sistem lain seperti David’s Sling, Arrow 2 dan Arrow 3, serta sistem pertahanan udara THAAD milik Amerika Serikat, yang kemungkinan belum dikerahkan penuh atau tidak cukup cepat merespons serangan gelombang rudal pertama Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Tim Kedua Kami adalah...
Tim Kedua Kami adalah Iran, Kisah Solidaritas yang Mengharukan di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Mo Salah dan Akhir Penantian...
Mo Salah dan Akhir Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
Berita Terkini
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved