Seteru Panas, Elon Musk Desak Presiden Trump Dimakzulkan karena Namanya Ada di Dokumen Epstein

Jum'at, 06 Juni 2025 - 06:56 WIB
Jeffrey Epstein dikenal sebagai pelaku perdagangan seks anak dan pelaku kekerasan seksual terhadap puluhan perempuan di bawah umur. Dia menjalin hubungan dengan sejumlah elite dunia—politikus, selebriti, dan pebisnis—serta mengatur "jaringan gelap" di pulau pribadinya dan berbagai kediaman di AS.

Pada 2019, Epstein ditangkap atas tuduhan perdagangan anak, namun ditemukan tewas di penjara dalam dugaan bunuh diri, hanya beberapa minggu setelah dia ditahan. Hingga kini, banyak pihak menduga bahwa kematiannya menyimpan banyak rahasia yang belum terungkap.

Apa Itu Dokumen Epstein?



“Epstein files” atau "dokumen Epstein" merujuk pada kumpulan dokumen hasil investigasi kasus Epstein—berisi daftar kontak, rekaman penerbangan, log komunikasi, dan data lainnya yang mengaitkan tokoh-tokoh elite dengan kejahatan Epstein.

Pada Februari 2025, Departemen Kehakiman AS merilis sebagian isi dokumen yang mencantumkan nama-nama terkenal, termasuk Donald Trump, Bill Clinton, Alec Baldwin, hingga musisi legendaris seperti Mick Jagger dan Courtney Love. Bahkan nama anak dan mantan istri Trump, Ivanka dan Ivana Trump, turut muncul dalam daftar tersebut.

Namun, meskipun daftar nama sudah dirilis sebagian, isi lengkap penyelidikan dan peran masing-masing individu belum pernah dipublikasikan. Musk menuduh bahwa ini disengaja demi melindungi Trump.

Trump belum beromentar atas tuduhan Elon Musk ini. Namun, panasnya konflik mereka telah menyedot perhatian dunia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!