Cetak Kartun Nabi Muhammad, Staf Charlie Hebdo Dilindungi Bodyguard
Selasa, 08 September 2020 - 11:13 WIB
Untuk menandai dimulainya persidangan, Charlie Hebdo menerbitkan ulang kartun pemicu kemarahan umat Muslim dengan klaim sebagai simbol kebebasan berbicara. "Ini untuk menunjukkan bahwa kami masih berdiri, masih hidup, masih mengerjakan Charlie," kata Antonio Fischetti, yang telah bekerja untuk Charlie Hebdo sejak 1997.
Mengantisipasi penjualan yang kuat, majalah tersebut mengatakan telah mencetak 200.000 eksemplar terbitan minggu lalu. Sebelumnya, mereka berjuang untuk tetap bertahan dengan penjualan mingguan sebesar 30.000 eksemplar. Edisi pertama setelah serangan tersebut terjual 8 juta copy. Menurut majalah itu, penjualan mingguan sekarang telah kembali ke sekitar 55.000 eksemplar. (Baca: Charlie Hebdo Cetak Ulang Kartun Nabi Muhammad, Macron Sebut Kebebasan Pers )
Puluhan ribu orang melakukan protes di Pakistan pada hari Sabtu atas publikasi ulang kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad tersebut. "Matilah Prancis," teriak para demonstran. Sedangkan di Prancis, kritik terhadap majalah itu telah diredam.
Pemimpin Masjid Agung Paris, Hafiz Chems-eddine, menulis bahwa Charlie Hebdo harus terus mengekspresikan dirinya. Komentarnya ini menjadi sikap yang berbeda di kalangan Muslim seluruh dunia yang rata-rata mengecam majalah tersebut.
Abdallah Zekri, direktur Dewan Prancis untuk Kepercayaan Muslim, meminta Muslim Prancis untuk mengabaikan kartun yang diterbitkan ulang itu. "Saya pikir ini adalah operasi dari Charlie Hebdo untuk PR (public relation), untuk pemasaran," kata Zekri kepada penyiar Franceinfo. "Saya serahkan itu pada hati nuraninya." (Baca: Indonesia Kecam Penerbitan Ulang Kartun Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo )
Bungker Tanpa Jendela
Bertahun-tahun sejak serangan mematikan itu tidak menumpulkan keinginan Charlie Hebdo untuk memprovokasi. Menurut staf saat ini dan sebelumnya, mereka telah membawa pemahaman yang lebih tajam tentang "biaya" yang ditanggungnya.
Mengantisipasi penjualan yang kuat, majalah tersebut mengatakan telah mencetak 200.000 eksemplar terbitan minggu lalu. Sebelumnya, mereka berjuang untuk tetap bertahan dengan penjualan mingguan sebesar 30.000 eksemplar. Edisi pertama setelah serangan tersebut terjual 8 juta copy. Menurut majalah itu, penjualan mingguan sekarang telah kembali ke sekitar 55.000 eksemplar. (Baca: Charlie Hebdo Cetak Ulang Kartun Nabi Muhammad, Macron Sebut Kebebasan Pers )
Puluhan ribu orang melakukan protes di Pakistan pada hari Sabtu atas publikasi ulang kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad tersebut. "Matilah Prancis," teriak para demonstran. Sedangkan di Prancis, kritik terhadap majalah itu telah diredam.
Pemimpin Masjid Agung Paris, Hafiz Chems-eddine, menulis bahwa Charlie Hebdo harus terus mengekspresikan dirinya. Komentarnya ini menjadi sikap yang berbeda di kalangan Muslim seluruh dunia yang rata-rata mengecam majalah tersebut.
Abdallah Zekri, direktur Dewan Prancis untuk Kepercayaan Muslim, meminta Muslim Prancis untuk mengabaikan kartun yang diterbitkan ulang itu. "Saya pikir ini adalah operasi dari Charlie Hebdo untuk PR (public relation), untuk pemasaran," kata Zekri kepada penyiar Franceinfo. "Saya serahkan itu pada hati nuraninya." (Baca: Indonesia Kecam Penerbitan Ulang Kartun Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo )
Bungker Tanpa Jendela
Bertahun-tahun sejak serangan mematikan itu tidak menumpulkan keinginan Charlie Hebdo untuk memprovokasi. Menurut staf saat ini dan sebelumnya, mereka telah membawa pemahaman yang lebih tajam tentang "biaya" yang ditanggungnya.
Lihat Juga :