Dokter Bedah Prancis Ini Dijuluki Predator Seks, Memperkosa 299 Pasien selama 20 Tahun

Kamis, 29 Mei 2025 - 02:20 WIB
Para korban pelecehan dokter bedah itu menggelar unjuk rasa di luar gedung pengadilan di Vannes, sambil memegang spanduk bertuliskan "Jangan pernah lagi" dan "Saya menuduhmu."

Mereka juga membawa spanduk yang mewakili 355 korban Le Scouarnec.

Jumlah itu termasuk "korban yang terlupakan dan mereka yang kasusnya telah dibatalkan," kata Manon Lemoine, salah seorang korban.

"Kami ingin bersama," katanya.

Korban lainnya, Celine Mahuteau, pada hari Rabu mengirim surat kepada Presiden Emmanuel Macron yang mengatakan bahwa Prancis belum menerapkan kebijakan nasional "untuk mencegah pedofilia."

3. Penyimpangan Seks Terbesar

"Saya tidak meminta keringanan hukuman dari pengadilan," kata Le Scouarnec dalam pernyataan penutupnya pada hari Senin.

"Berikan saja saya hak untuk menjadi orang yang lebih baik," katanya.

Salah seorang pengacara, Maxime Tessier, telah meminta pengadilan untuk mempertimbangkan sifat "luar biasa" dari pengakuan Le Scouarnec ketika ia mengakui semua tuduhan terhadapnya.

Dokter bedah yang sudah pensiun itu juga mengatakan bahwa dia menganggap dirinya "bertanggung jawab" atas kematian dua korbannya -- Mathis Vinet, yang meninggal setelah overdosis pada tahun 2021 dalam apa yang menurut keluarganya adalah bunuh diri, dan seorang pria lain yang ditemukan tewas pada tahun 2020.

Le Scouarnec mendokumentasikan kejahatannya, mencatat nama, usia, alamat korbannya, dan sifat pelecehannya.

Dalam catatannya, dokter itu menggambarkan dirinya sebagai "orang mesum besar" dan "pedofil".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!