Arab Saudi Didesak Bebaskan Ulama Salman al-Awda yang Telah Dipenjara Hampir 7 Tahun

Kamis, 22 Mei 2025 - 14:15 WIB
Para aktivis telah menghabiskan waktu bertahun-tahun berkampanye di media sosial untuk pembebasannya, namun Amnesty International menyoroti bahwa Jaksa Penuntut Umum telah meminta hukuman mati terhadapnya sejak Juli 2021, yang semakin memicu kekhawatiran.

Kelompok HAM itu juga telah membunyikan peringatan atas tindakan pihak berwenang yang membatasi keluarga Salman al-Awda, termasuk melarang mereka bepergian.

Menurut laporan The New Arab, Kamis (22/5/2025), Salman al-Awda telah menjadi sasaran penyiksaan psikologis, kurang tidur, dan dilarang berbicara dengan keluarganya.

Dia hanya diizinkan menelepon keluarganya sebulan setelah penahanannya, imbuh laporan tersebut.

Amnesty International menyoroti bahwa tuduhan terhadapnya tidak jelas, yang mencakup penghasutan opini publik, mengkritik kebijakan negara, dan menerbitkan konten yang "menimbulkan perselisihan", tuduhan yang oleh para pegiat HAM telah dikecam sebagai kampanye yang lebih luas untuk menekan kebebasan berekspresi.

Amnesty International meminta Arab Saudi untuk segera mengakhiri kurungan isolasi Salman al-Awda, memberinya akses ke perawatan medis, dan menjamin haknya untuk mendapatkan pengadilan yang adil.

Pada tahun 2020, rekaman dari ulama terkemuka itu terdengar dari dalam penjara Arab Saudi untuk pertama kalinya sejak penangkapannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!