Sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah yang Saling Bermusuhan, Kebanyakan Menyangkut Israel
Senin, 19 Mei 2025 - 15:43 WIB
Kedua negara ini menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS yang strategis dan mendukung kebijakan Washington dalam menghadapi ancaman regional seperti Iran dan ekstremisme.
Meskipun sama-sama sekutu dekat Amerika Serikat, hubungan antara Bahrain dan Qatar kerap diwarnai ketegangan, bahkan pernah mencapai titik krisis diplomatik.
Permusuhan antara Bahrain dan Qatar bukanlah hal baru. Kedua negara memiliki sejarah panjang perselisihan terkait wilayah perbatasan, terutama atas kepemilikan Pulau Hawar yang disengketakan selama puluhan tahun.
Konflik ini sempat dibawa ke Mahkamah Internasional dan akhirnya diputuskan pada tahun 2001.
Meski demikian, ketegangan politik tetap berlanjut, terutama setelah Arab Spring dan meningkatnya perbedaan pandangan mengenai peran kelompok Islamis seperti Ikhwanul Muslimin, yang didukung Qatar namun dianggap ancaman oleh Bahrain dan sekutunya.
Puncak permusuhan terjadi pada tahun 2017 ketika Bahrain, bersama Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir, memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.
Koalisi negara-negara tersebut menuduh Qatar mendukung terorisme dan terlalu dekat dengan Iran. Langkah ini menciptakan blokade udara, darat, dan laut terhadap Qatar, yang berlangsung selama lebih dari tiga tahun.
Pada Januari 2021, krisis Teluk akhirnya mereda melalui kesepakatan di bawah mediasi Kuwait dan dukungan Amerika Serikat, yang menghasilkan rekonsiliasi formal antara Qatar dan negara-negara pemblokade, termasuk Bahrain.
Meskipun sama-sama sekutu dekat Amerika Serikat, hubungan antara Bahrain dan Qatar kerap diwarnai ketegangan, bahkan pernah mencapai titik krisis diplomatik.
Permusuhan antara Bahrain dan Qatar bukanlah hal baru. Kedua negara memiliki sejarah panjang perselisihan terkait wilayah perbatasan, terutama atas kepemilikan Pulau Hawar yang disengketakan selama puluhan tahun.
Konflik ini sempat dibawa ke Mahkamah Internasional dan akhirnya diputuskan pada tahun 2001.
Meski demikian, ketegangan politik tetap berlanjut, terutama setelah Arab Spring dan meningkatnya perbedaan pandangan mengenai peran kelompok Islamis seperti Ikhwanul Muslimin, yang didukung Qatar namun dianggap ancaman oleh Bahrain dan sekutunya.
Puncak permusuhan terjadi pada tahun 2017 ketika Bahrain, bersama Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir, memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.
Koalisi negara-negara tersebut menuduh Qatar mendukung terorisme dan terlalu dekat dengan Iran. Langkah ini menciptakan blokade udara, darat, dan laut terhadap Qatar, yang berlangsung selama lebih dari tiga tahun.
Pada Januari 2021, krisis Teluk akhirnya mereda melalui kesepakatan di bawah mediasi Kuwait dan dukungan Amerika Serikat, yang menghasilkan rekonsiliasi formal antara Qatar dan negara-negara pemblokade, termasuk Bahrain.
(mas)
Lihat Juga :