Meski Uji Klinis Belum Rampung, Rusia Sebut Vaksin Covid-19 Mereka Aman Digunakan
Senin, 07 September 2020 - 18:54 WIB
Dia menyebut, sejak 2015 lebih dari 3.000 orang diberikan vaksin berbasis vektor adenoviral manusia untuk melawan demam Ebola dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) yang dibuat di Gamaleya Center. ( Baca juga: Kemarin Pusing Nyari Vaksin, Sekarang Ribet Nentuin Harganya )
"Jadi, Rusia mendaftarkan vaksin karena telah disetujui sebelumnya, platform pengiriman adenovirus manusia yang aman dan efisien untuk penyakit lain. Sejak pendaftaran Sputnik V di Rusia, negara-negara lain juga mengumumkan rencana untuk mengikuti pendekatan Rusia untuk pendaftaran penggunaan darurat vaksin mereka," ungkapnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (7/9/2020).
"Vaksin Sinovac Biotech menerima persetujuan serupa di China. Pemerintah Inggris Raya dan kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS, Stephen Hahn telah mengisyaratkan potensi pendaftaran jalur cepat untuk pembuat vaksin Inggris dan Amerika, meskipun mereka sebelumnya telah memesan," tukasnya.
"Jadi, Rusia mendaftarkan vaksin karena telah disetujui sebelumnya, platform pengiriman adenovirus manusia yang aman dan efisien untuk penyakit lain. Sejak pendaftaran Sputnik V di Rusia, negara-negara lain juga mengumumkan rencana untuk mengikuti pendekatan Rusia untuk pendaftaran penggunaan darurat vaksin mereka," ungkapnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (7/9/2020).
"Vaksin Sinovac Biotech menerima persetujuan serupa di China. Pemerintah Inggris Raya dan kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS, Stephen Hahn telah mengisyaratkan potensi pendaftaran jalur cepat untuk pembuat vaksin Inggris dan Amerika, meskipun mereka sebelumnya telah memesan," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :