Hamas Bebaskan Sandera Israel-Amerika Edan Alexander, Zionis Tetap Bombardir Gaza

Selasa, 13 Mei 2025 - 11:01 WIB
Alexander adalah warga Amerika terakhir yang masih hidup yang ditahan oleh Hamas, dan Channel 12 Israel melaporkan kondisinya “buruk”, tanpa mengutip sumbernya.

Dalam foto-foto yang dirilis oleh Israel, dia tampak pucat tetapi bersemangat.

Pertempuran terhenti pada tengah hari di Gaza setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan menghentikan operasi untuk memungkinkan pembebasan sandera tersebut.

Namun, pejabat kesehatan Palestina melaporkan penembakan tank Israel dan serangan udara terjadi setelah penyerahan Alexander, dan tidak ada kesepakatan tentang gencatan senjata yang lebih luas atau pembebasan sandera tambahan.

Setelah militer Israel kembali menyerang, pihak berwenang di Gaza mengatakan serangan udara menewaskan tiga orang dan melukai beberapa orang lainnya di tempat penampungan yang menampung keluarga-keluarga telantar di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan.

Seorang wanita tewas dan beberapa lainnya terluka ketika peluru tank menghantam sebuah sekolah yang menampung keluarga-keluarga telantar di lingkungan Tuffah di Gaza utara.

Hamas mengatakan pembebasan Alexander sebagai isyarat niat baik kepada Presiden AS Donald Trump, yang mengunjungi Timur Tengah minggu ini.

“Edan Alexander, sandera Amerika yang diduga tewas, akan dibebaskan oleh Hamas. Berita bagus!” tulis Trump di media sosial pada hari Senin.

Netanyahu mengatakan pembebasan Alexander terjadi berkat tekanan militer Israel di Gaza dan tekanan politik oleh Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!