Hamas Bebaskan Sandera Israel-Amerika Edan Alexander, Zionis Tetap Bombardir Gaza

Selasa, 13 Mei 2025 - 11:01 WIB
Dalam foto yang diambil di helikopter militer dan dirilis oleh Israel, Alexander memegang tanda bertuliskan: “Terima kasih, Presiden Trump.”

Netanyahu mengatakan tidak akan ada gencatan senjata dan Israel akan mengintensifkan aksi militer di Gaza. “Israel tidak berkomitmen untuk gencatan senjata dalam bentuk apa pun,” kata kantornya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (13/5/2025).

Setelah tumbuh besar di New Jersey, Alexander, yang memiliki kewarganegaraan ganda, pindah ke Israel dan bertugas di Angkatan Darat Israel saat dia ditangkap selama serangan Hamas pada Oktober 2023.

Rekaman media sosial pada hari Senin menunjukkan orang-orang menari di alun-alun kota kelahirannya di Tenafly, New Jersey, setelah berita pembebasannya.

Pembebasan tersebut, yang mengikuti pembicaraan empat arah antara Hamas, Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar, dapat membuka jalan bagi kebebasan 58 sandera yang masih ditahan di Gaza, 19 bulan setelah serangan Hamas terhadap Israel.

Qatar dan Mesir menyebut pembebasan Alexander sebagai langkah yang menggembirakan menuju pembicaraan gencatan senjata baru.

Israel akan mengirim delegasi ke Qatar pada hari Kamis untuk membahas proposal baru untuk lebih banyak pembebasan sandera, kata kantor Netanyahu.

Sebelumnya pada hari Senin, otoritas kesehatan Gaza mengatakan serangan Israel menewaskan sedikitnya 15 orang yang berlindung di sebuah sekolah. Militer Israel mengatakan mereka menargetkan pejuang Hamas yang sedang mempersiapkan serangan.

Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu, pemantau kelaparan global, melaporkan bahwa setengah juta orang di Gaza menghadapi kelaparan dan ada risiko kritis kelaparan pada bulan September.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!