9 Sektor yang Jadi Korban Serangan Siber Pakistan, Salah Satunya Data Sensistif Militer India Dicuri
Minggu, 11 Mei 2025 - 01:10 WIB
Ini termasuk informasi dari Pasukan Keamanan Perbatasan India (BSF) dan Angkatan Udara India (IAF). Lebih jauh, basis data Komisi Pemilihan Maharashtra diakses, dan basis data Paytm juga disusupi, yang semakin menyoroti cakupan operasi yang luas.
Tanda air dari operasi siber tersebut dilaporkan disematkan pada rekaman video yang memperlihatkan penghancuran situs penyimpanan rudal BrahMos di Beas, Punjab. Video tersebut, yang muncul secara daring tak lama setelah serangan tersebut, memperlihatkan kerusakan signifikan pada fasilitas penyimpanan tersebut, sehingga menimbulkan keraguan atas keamanan infrastruktur pertahanan India.
Meskipun cakupan penuh dari dampak serangan tersebut masih dinilai, skala kerusakan telah memicu reaksi dari kedua pemerintah. Pejabat India belum memberikan komentar yang komprehensif tentang serangan tersebut, meskipun pakar keamanan siber dari wilayah tersebut telah memperingatkan bahwa kerusakan tersebut dapat memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, untuk diperbaiki.
Serangan siber ini menyusul serangkaian meningkatnya ketegangan geopolitik antara India dan Pakistan, dengan kedua negara saling menuduh terlibat dalam perang siber untuk merusak keamanan nasional.
8. Pelanggaran Pengawasan Besar-besaran
Salah satu aspek yang paling mengkhawatirkan dari serangan tersebut adalah pelanggaran terhadap lebih dari 2.500 kamera pengintai di India, yang membuat kamera tersebut tidak dapat beroperasi.Tanda air dari operasi siber tersebut dilaporkan disematkan pada rekaman video yang memperlihatkan penghancuran situs penyimpanan rudal BrahMos di Beas, Punjab. Video tersebut, yang muncul secara daring tak lama setelah serangan tersebut, memperlihatkan kerusakan signifikan pada fasilitas penyimpanan tersebut, sehingga menimbulkan keraguan atas keamanan infrastruktur pertahanan India.
9. Gangguan Media
Serangan siber tersebut juga menargetkan organisasi media, dengan tiga saluran berita terkemuka India dirusak dan diganggu. Serangan ini menyebabkan ribuan pemirsa tidak dapat mengakses berita dan pembaruan penting selama periode yang sudah menegangkan.Meskipun cakupan penuh dari dampak serangan tersebut masih dinilai, skala kerusakan telah memicu reaksi dari kedua pemerintah. Pejabat India belum memberikan komentar yang komprehensif tentang serangan tersebut, meskipun pakar keamanan siber dari wilayah tersebut telah memperingatkan bahwa kerusakan tersebut dapat memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, untuk diperbaiki.
Serangan siber ini menyusul serangkaian meningkatnya ketegangan geopolitik antara India dan Pakistan, dengan kedua negara saling menuduh terlibat dalam perang siber untuk merusak keamanan nasional.
(ahm)
Lihat Juga :