Turis Sombong Israel Menolak Lepas Sepatu di Restoran Thailand: 'Uangku Membangun Negaramu'
Kamis, 08 Mei 2025 - 11:28 WIB
“Tolong singkirkan wanita ini dan masukkan dia ke dalam blacklist (daftar hitam). Ini menyinggung kami semua, orang-orang pekerja keras dan leluhur kami,” kata seorang warga setempat.
Warga lainnya menambahkan: “Kami menyambut turis dengan keramahan, dan pajak mereka berkontribusi pada perekonomian, tetapi sikap atau superioritas ini jelas tidak diterima.”
Dalam sebuah unggahan di media sosial, turis Israel itu kemudian meminta maaf, mengeklaim bahwa dia hanya melampiaskan kemarahannya sebagai tanggapan atas dugaan pelecehan yang dihadapinya dari para pekerja Thailand.
"Halo, saya wanita dalam video tersebut. Pertama, saya ingin mengklarifikasi bahwa kata-kata saya diambil di luar konteks. Maksud saya adalah untuk mengatakan bahwa pariwisata Israel berkontribusi terhadap ekonomi Thailand," katanya, seperti dikutip dari news.com.au, Kamis (8/5/2025).
“Saya menjadi sasaran agresi fisik dan verbal yang berasal dari kemarahan umum terhadap wisatawan Israel di Thailand. Orang yang merekam video tersebut bukanlah anggota staf [restoran), melainkan pelanggan lain," lanjut dia.
“Saya diizinkan memakai sepatu karena kaki saya sakit. Perekam video dan temannya menggunakan kekerasan untuk memaksa saya keluar dari kafe, meskipun saya telah memilih untuk pergi untuk menghindari konfrontasi lebih lanjut," paparnya.
Turis itu mengatakan rekaman video yang beredar tersebut "menyesatkan". "Itu tidak menunjukkan kekerasan yang saya alami," ujarnya.
Warga lainnya menambahkan: “Kami menyambut turis dengan keramahan, dan pajak mereka berkontribusi pada perekonomian, tetapi sikap atau superioritas ini jelas tidak diterima.”
Dalam sebuah unggahan di media sosial, turis Israel itu kemudian meminta maaf, mengeklaim bahwa dia hanya melampiaskan kemarahannya sebagai tanggapan atas dugaan pelecehan yang dihadapinya dari para pekerja Thailand.
"Halo, saya wanita dalam video tersebut. Pertama, saya ingin mengklarifikasi bahwa kata-kata saya diambil di luar konteks. Maksud saya adalah untuk mengatakan bahwa pariwisata Israel berkontribusi terhadap ekonomi Thailand," katanya, seperti dikutip dari news.com.au, Kamis (8/5/2025).
“Saya menjadi sasaran agresi fisik dan verbal yang berasal dari kemarahan umum terhadap wisatawan Israel di Thailand. Orang yang merekam video tersebut bukanlah anggota staf [restoran), melainkan pelanggan lain," lanjut dia.
“Saya diizinkan memakai sepatu karena kaki saya sakit. Perekam video dan temannya menggunakan kekerasan untuk memaksa saya keluar dari kafe, meskipun saya telah memilih untuk pergi untuk menghindari konfrontasi lebih lanjut," paparnya.
Turis itu mengatakan rekaman video yang beredar tersebut "menyesatkan". "Itu tidak menunjukkan kekerasan yang saya alami," ujarnya.
Lihat Juga :